DPR Minta Mentan Lebih Baik Urus Pangan Ketimbang Kalung Anti Corona

Senin, 06/07/2020 12:56 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Foto: Antara)

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Foto: Antara)

Jakarta, law-justice.co - Komisi IV DPR RI meminta Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo untuk lebih fokus mengamankan ketersediaan pangan Indonesia ketimbang membuat kalung penawar Covid-19 yang berbasis pohon kayu putih (eucalyptus).

Pasalnya menurut Wakil Ketua Komisi IV dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Daniel Johan, tugas utama seorang Kementan ialah mengamankan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

"Lebih baik Kementan fokus untuk mengamankan pangan dan kesejahteraan petani, karena tugas pokoknya mengamankan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani," katanya seperti melansir cnnindonesia.com, Senin 6 Juli 2020.

Meski begitu , dia menghargai upaya Syahrul untuk menemukan penawar Covid-19. Hanya saja kata dia, kalung itu belum teruji secara klinis.

"Wajib diuji secara kompeten dulu efektivitasnya, bukan sekedar klaim," ujarnya.

Disisi lain, anggota Komisi IX DPR, Saleh Partaonan Daulay meminta agar Mentan mendalami lagi penggunaan kalung anticorona dengan melibatkan lembaga riset lainnya.

"Orang-orang belum yakin atas temuan itu. Jika banyak yang belum yakin, tentu belum tepat jika diproduksi massal," katanya.

Kata dia, kalung eucalyptus yang mampu membunuh virus corona itu, bisa jadi tidak mempan untuk corona jenis SARS-CoV-2 penyebab penyakit Covid-19.

Lagipula, kalung tersebut belum terbukti keampuhannya dan ada banyak peneliti dan lembaga penelitian yang masih meragukan temuan tersebut.

Dia mengimbau Kementerian pertanian untuk melakukan penelitian lanjutan terkait dengan kalung antivirus corona yang hendak diproduksi.

"Karena itu, belum bisa diklaim sebagai antivirus Corona," tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memperkenalkan kalung eucalyptus yang ia sebut mampu mencegah penggunanya terpapar virus corona.

Bahkan dia berencana memperluas penggunaan kalung itu, karena meyakini efektif membunuh virus corona.

Menurut Syahrul kalung buatan Kementan tersebut telah melewati hasil laboratorium di Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) dan teruji ampuh membunuh virus dalam 15-30 menit pemakaian.

(Ade Irmansyah\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar