Lusinan Diplomat A.S. Tinggalkan Arab Saudi

Minggu, 05/07/2020 21:31 WIB
Ilustrasi (The National)

Ilustrasi (The National)

law-justice.co - Lusinan diplomat A.S., bersama keluarga mereka, telah meninggalkan Arab Saudi dalam 48 jam terakhir, saat kerajaan sedang berjuang untuk menahan wabah virus corona, hanya beberapa minggu setelah negara itu membuka kembali perekonomiannya, demikian dilaporkan Wall Street Journal (WSJ) Jumat (3/7). 

Diperkirakan akan lebih banyak lagi yang kembali ke negaranya dalam beberapa pekan mendatang, kata para pejabat yang mengetahui rencana itu. Departemen Luar Negeri A.S. menyetujui kepulangan tersebut. 

Terlepas dari upaya Arab Saudi untuk menahan penyebaran virus sejak awal, jumlah kasus di negara itu telah meningkat melewati angka 200.000, naik 110.000 dari Mei, menurut data yang diterbitkan oleh Universitas Johns Hopkins. Lebih dari 1.800 orang di sana telah meninggal.

Kenaikan jumlah infeksi bersamaan dengan langkah kerajaan melonggarkan lockdown, dalam upaya untuk menghidupkan kembali ekonominya, yang mengalami keterpurukan akibat harga minyak yang rendah.

Menurut WSJ, COVID-19 berhasil masuk ke kedutaan besar A.S. di ibukota, Riyadh, menginfeksi setidaknya 30 anggota staf. Para pejabat A.S. mengatakan mereka yang terinfeksi kebanyakan bukan orang Amerika.

Sumber menambahkan bahwa keputusan Departemen Luar Negeri di bulan Mei yang menangguhkan kepulangan para diplomat pada Maret, membuat banyak diplomat merasa terperangkap di tengah meningkatnya infeksi.

WSJ melaporkan bahwa Badan Komite Urusan Luar Negeri bulan lalu menerima email dari seseorang yang khawatir tentang penyebaran virus corona di Arab Saudi, yang diteruskan oleh Badan Komite Intelijen. Saat itulah Departemen Luar Negeri mengeluarkan pemberitahuan yang memperbolehkan para diplomat kembali ke negaranya. 

Pencabutan beberapa pembatasan, tidak termasuk penerbangan internasional dan ziarah, telah membuat rumah sakit di Saudi berjuang untuk mengatasi kasus tambahan. "Penduduk asing, termasuk orang Amerika, telah mengeluhkan ditolaknya perawatan medis atau pengujian virus corona," kata WSJ.

Terlepas dari kenyataan bahwa kementerian kesehatan Saudi menerbitkan pembaruan harian tentang infeksi dan kematian baru, seorang pejabat AS mengatakan para diplomat percaya bahwa pihak berwenang sedang menangani jumlah nyata kasus yang memicu kekhawatiran.

Tidak jelas berapa banyak diplomat AS yang dipulangkan dari kawasan Teluk, tetapi angka menunjukkan bahwa warga yang kembali berasal dari negara-negara termasuk Oman, Kuwait dan Uni Emirat Arab. (Al Jazeera)

 

(Liesl Sutrisno\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar