Tak Melakukan Lockdown, Uruguay Malah Berhasil Atasi Pandemi Corona

Kamis, 02/07/2020 20:46 WIB
Ilustrasi Lockdown. (Indopolitika)

Ilustrasi Lockdown. (Indopolitika)

law-justice.co - Tak percaya namun mesti diapresiasi, Uruguay berhasil mengatasi pandemi virus corona meskipun negaranya tak melakukan lockdown. Padahal Uruguay berbatasan dengan Brasil, negara dengan krisis paling parah kedua di dunia setelah Amerika.

Dilansir dari Rappler, Kamis (02/07/2020), Uruguay kini menyisakan 83 kasus aktif dengan infeksi awal mencapai 1000 kasus. Hanya 27 orang yang meninggal di negara berpenduduk 3,4 juta jiwa ini.

Spesialis penyakit menular Alvaro Galiana mengaitkan keberhasilan ini dengan penanganan awal. "Awal kasus ini muncul, sirkulasi virus masih sangat terbatas," ujarnya.

"Sehingga langkah-langkah bisa cepat dilaksanakan, bahkan jika pada saat itu mereka tampak berlebihan," lanjutnya sembari mengatakan pandemi ini terjadi saat tahun ajaran baru di belahan bumi selatan dimulai.

Selain penanganan awal, demografi Uruguay juga menguntungkan karena kepadatan penduduknya rendah dan tidak ada pusat kota besar lain di luar ibukota Montevideo.

Ketika pandemi mulai mengganas, Presiden Uruguay memilih `kebebasan indvidu dengan tanggung jawab` daripada lockdown. Ia tidak pernah mengunci wilayahnya secara resmi.

Pejabat setempat mendesak orang-orang untuk tetap tinggal di dalam rumah dan tertib mematuhi jarak sosial. Pesan itu ditempel di rumah, diumumkan di media dan disebarkan dengan helikopter polisi yang terbang di atas kepala.

Meskipun terbilang sukses, pemerintah enggan mengumumkan kemenangan karena masih waspada dengan pandemi virus corona gelombang kedua.

Setelah karantina secara suka rela selama 3 bulan, kini warga Uruguay bersiap menuju normal secara bertahap. Pada bulan April, 45 ribu pekerja konstruksi kembli bekerja, disusul dengan kafe dan restoran yang dibuka kembali pada bulan Mei.

Pusat-pusat perbelanjaan dibuka pada pertengahan Juni dan sepak bola akan dilanjutkan pada 15 Agustus, meskipun stadion kosong. Minggu ini, Uruguay jadi negara pertama yang membuka kembali sekolah, perguruan tinggi, dan universitas.

Satu-satunya guncangan besar yang harus mereka perbaiki adalah sektor ekonomi dimana 200 ribu orang menganggur, ekspor turun 16% dan PDB diperkirakan turun 3% tahun ini.

Pemerintah Uruguay melonggarkan beberapa persyaratan untuk menarik investasi asing.

Maskapai penerbangan Spanyol, Iberia Airlines akan melanjutkan penerbangan langsung antara Madrid dan Montevideo pada hari Minggu, meskipun perbatasan darat dengan Brasil dan Argentina tetap ditutup.

Sementara rakyatnya mulai bergeliat, Presiden Uruguay, Luis Lacalle Pou muncul di Atlantik Selatan dengan pakaian selam dan papan di bawah lengannya. Senyumnya sambil berselancar melambangkan keberhasilannya dalam menangani krisis.

(Bona Ricki Jeferson Siahaan\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar