Dikabarkan Bangkrut Lalu Ajukan Pailit, Ini Jawaban Pizza Hut

Kamis, 02/07/2020 17:43 WIB
Pizza Hut dikabarkan bangkrut (myadd)

Pizza Hut dikabarkan bangkrut (myadd)

Jakarta, law-justice.co - Kabar soal Pizza Hut bangkrut dan mengajukan pailit begitu ramai. Hal itu muncul karena adanya kabar NPC International yang menjadi salah satu pemegang lisensi Pizza Hut di Amerika Serikat mengalami kebangrkutan. Namun, hal itu dibantah oleh PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA), perusahaan yang memegang lisensi waralaba Pizza Hut di Indonesia.

Direktur Sarimelati Kencana Jeo Sasanto mengatkan NPC International Inc memang terdaftar sebagai pemegang terbesar waralaba Pizza Hut di AS. Namun, NPC yang mengajukan pailit tidak memiliki hubungan bisnis dengan Sarimelati Kencana.

"Tidak (berpotensi bangkrut), beda negara dan beda kepemilikan. Masalah NPC internasional yang timbul sejak awal tahun 2020 tidak berhubungan dan tidak berdampak dengan bisnis Pizza Hut di Indonesia. Perusahaan kami juga tidak memiliki hubungan afiliasi dengan NPC," katanya seperti dikutip dari cnnindonesia.com, Kamis (2/7/2020).

Dia pun menegaskan bahwa meski NPC bangkrut, hal itu bukan berarti mengganggu kegiatan bisnis Pizza Hut. Sebab, kata dia, NPC bukan merupakan kantor pusat Pizza Hut, melainkan hanya sebagian saja.

Dia juga menjelaskan, lambannya pertumuhan binis Pizza Hut di AS bukan karena covid-19.

"Secara umum, bisnis Pizza Hut di AS memang sedang mengalami perlambatan pertumbuhan, tetapi di beberapa bagian dunia lainnya sedang mengalami pertumbuhan yang pesat terutama di Asia & Afrika, termasuk di Indonesia," katanya.

Meski begitu, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) perusahaan mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 84,95 persen secara tahunan (yoy) dari Rp 40,18 miliar menjadi Rp 6,04 miliar. Di sisi lain, penjualannya malah tumbuh hampir 6 persen yoy menjadi Rp 955,64 miliar pada kuartal I 2020 dibandingkan periode sama 2019.

"Mulai Juni ini sudah lebih dari 90 persen outlet kami sudah dibuka dan menerima dine in lagi, jadi kami harapkan sales (penjualan) akan mulai normal kembali secara bertahap," tutupnya.

 

(Gisella Putri\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar