Didesak Mundur karena Banyak Drama, PDIP Bela: Apa Salah Risma?

Kamis, 02/07/2020 15:19 WIB
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat menangis dan sujud ke dokter (tribunnews)

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat menangis dan sujud ke dokter (tribunnews)

Surabaya, law-justice.co - Setelah aksi sujud dan menangis di hadapan dokter dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya, banyak warganet mendesak Tri Rismaharini untuk segera mundur dari jabatannya sebagai Wali Kota Surabaya saat ini. Warganet menilai, Risma terlalu banyak drama.

Namun, desakan warganet itu dibela oleh PDIP. Menurut Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Adi Sutarwijono desakan warganet tersebut tak beralasan.

"Kenapa ada desakan sejauh itu? Apa kesalahannya? Bu Risma dikenal oleh masyarakat Surabaya sebagai kepala daerah yang sehari-harinya diisi dengan kerja keras, penuh kecintaan pada warga dan Kota Surabaya, serta penuh dedikasi," kata Adi Sutarwijono seperti dikutip detikcom, Kamis (2/7/2020).

Menurut dia, aksi sujud Risma itu sebagai rasa tanggung jawab moralnya sebagai pemimpin. Sebab, masih banyak warga Surabaya yang tak mendengar perintah Risma untuk mentaati protokol kesehatan.

"Dalam pandangan saya, Bu Risma melakukan aksi sujud kemarin di depan IDI sebagai tanggungjawab moral sebagai pemimpin. Ada sebagian warga kota yang belum taat protokol kesehatan. Seperti memakai masker dan menjaga jarak fisik," ungkap Awi.

"Dan, Bu Risma meminta maaf atas situasi itu. Yang membuat tenaga medis kewalahan menangani tingginya pasien COVID-19," lanjut Awi.

Langkah Risma sujud dan meminta maaf menurut Awi, karena dia tak ingin warga Surabaya disalahkan sepenuhnya.

"Bu Risma tidak ingin warganya disalahkan. Sebagai pemimpin, beliau memikul tanggungjawab itu. Dia meminta maaf," ungkap Awi.

Lantas, dia menilai apa yang dilakukan Risma itu sebagai wujud kerendahan hatinya untuk mengaku salah, selain harus bertanggung jawab.

"Bahwa beliau mengekspresikan dengan bersujud, itu menunjukkan kesungguhan hati beliau. Kerendahan hati Bu Risma. Menurut saya, tidak perlu ada desakan sejauh itu," tutupnya.

 

(Gisella Putri\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar