Hati-hati! Paru-paru Pasien Tanpa Gejala Juga Dirusak Covid-19

Rabu, 01/07/2020 13:39 WIB
Ilustrasi Virus Corona. (minews.id)

Ilustrasi Virus Corona. (minews.id)

Jakarta, law-justice.co - Semua orang bisa saja terinfeksi virus corona, namun, gejala setiap orang berbeda-beda, bahkan ada orang yang tanpa gejala (OTG). Bagi OTG, tak ada rasa sakit sedikit pun bukan berarti organ tubuhnya, khususnya paru-paru aman dari ganguan covid-19.

Seorang pemeriksa medis telah mengungkapkan bahwa bahkan OTG sekalipun tetap memiliki efek negatif dari kehadiran covid-19. Pemeriksa medis Pinellas dan Pasco County, Dr. Jon Thogmartin baru-baru ini mengungkapkan, betapa buruknya virus corona merusak paru-paru pasien yang menderita bentuk parah dari penyakit ini.

"Astaga, aku benar-benar tidak tahu bagaimana mengatakannya supaya tidak menjadi mengerikan, itu (covid-19) akan menghancurkan paru-paru. Biarkan saya katakan. Ketika orang tersebut meninggal, Anda dapat menemukan paru-paru yang tidak terlihat dan terasa seperti bukan paru-paru lagi," kata Thogmartin, menggambarkan paru-paru yang dilihatnya selama pemeriksaan post-mortem pada orang yang telah terinfeksi virus seperti dikutip dari Medical Daily, Rabu (1/7/2020)

Hal serupa juga didapat oleh Para ilmuwan di Scripps Research Institute yang mendapatkan hasil penemuan mengejutkan bahwa orang-orang yang tidak menunjukkan gejala juga mengalami sejenis kerusakan paru-paru. Hal itu didapat setelah memeriksa CT scan pasien covid-19 tanpa gejala dari kapal pesiar. Mereka memerhatikan, orang-orang tersebut mengalami kerusakan paru-paru meski statusnya OTG.

Terkait hal ini menurut para ahli di Johns Hopkins Bayview Medical Center, virus corona dapat menyebabkan pneumonia dan sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS) pada sebagian besar kasus yang parah.

Akibatnya, pasien akan mengalami kesulitan bernapas karena paru-paru mereka dipenuhi dengan cairan dan meradang. Kantung udara akan kesulitan mengambil oksigen dan ini akan menyebabkan sesak napas serta batuk. Ketika pasien mengembangkan ARDS, mereka tidak akan bisa bernapas tanpa alat bantuan.

Oleh karena itu, mereka membutuhkan ventilator. ARDS bisa berakibat fatal, tetapi pasien yang sembuh dari penyakit tersebut juga bisa pulih dari covid-19.

 

(Gisella Putri\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar