Tekan Populasi, Pakar: China Sterilisasi & Aborsi Janin Wanita Uighur

Rabu, 01/07/2020 08:00 WIB
Warga Etnis Muslim Uighur. (indonesiainside)

Warga Etnis Muslim Uighur. (indonesiainside)

Jakarta, law-justice.co - Untuk menekan populasi etnis Uighur dan minoritas lainnya, Pemerintah China dilaporkan telah melakukan berbagai upaya.

Seorang Peneliti Jerman, Adrian Zenz menyatakan, upaya-upaya tersebut seperti sterilisasi paksa hingga aborsi janin.

Kata dia, para wanita Uighur dianca, akan diinternir di kamp jika menolak untuk menggugurkan kandungannya yang melebihi kuota kelahiran, dua anak.

Dia mengungkap, wanita Uighur dipasangi alat kontrasepsi dalam rahim atau IUD meski belum memiliki dua anak. Bahkan menurut dia, beberapa wanita dipaksa untuk mendapatkan operasi sterilisasi.

Dia memastikan, menurut keterangan mantan tahanan kamp, mereka diberi suntikan untuk menghentikan menstruasi atau menyebabkan pendarahan yang tidak biasa, sesuai dengan efek obat-obatan KB.

Dia mengaku mendapat laporan itu dari dokumen publik yang ia temukan ketika menjelajahi internet China untuk kamp-kamp yang selama ini diselidiki oleh PBB.

Dari dokumen tersebut lanjut dia, wanita di beberapa komunitas minoritas desa sering menerima tes ginekologi dan tes kehamilan selama dua bulan sekali dari pejabat kesehatan setempat.

Upaya China untuk menekan populasi Uighur juga dibuktikan dari turunnya pertumbuhan di bawah rata-rata di Kabupaten Xinjiang antara 2017 hingga 2018.

Dalam laporannya, Zenz mengatakan, China tampak menggunakan kontrasepsi secara paksa sebagai bagian dari rencana dominasi etno-rasial.

China selama ini dituding telah mengarantina lebih dari satu juta warga Uighur dan minoritas lainnya di kamp-kamp pendidikan ulang.

"Temuan ini menimbulkan kekhawatiran serius apakah kebijakan Beijing di Xinjiang mewakili, dalam hal mendasar, apa yang mungkin dicirikan sebagai kampanye demogaris genosida sesuai definisi PBB," paparnya seperti melansir rmol.id, Selasa 30 Juni 2020.

(Ade Irmansyah\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar