Tegur Risma yang Sujud ke Dokter, Pangdam Brawijaya: Jangan Drama!

Selasa, 30/06/2020 12:03 WIB
Tegur Keras Risma soal Atasi Corona, Pangdam Brawijaya: Jangan Drama! (Tribunnews).

Tegur Keras Risma soal Atasi Corona, Pangdam Brawijaya: Jangan Drama! (Tribunnews).

Jakarta, law-justice.co - Panglima Kodam V Brawijaya, Mayor Jenderal TNI Widodo Iryansyah kembali bersuara terkait penanganan Covid-19 di Jawa Timur.

Bahkan, dia menegur Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini serta beberapa kepala daerah.

Dia mendesak kepala daerah untuk serius dan tidak mendramatisir dalam penanganan Covid-19 ini.

"Saya minta untuk menyelesaikan masalah Covid-19 ini jangan cuma pakai data, fakta atau drama dan sebagainya. Mari kita real semuanya," tegasnya dalam rapat koordinasi PSBB di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (29/6).

Dia menilai, tidak ada aturan yang tegas yang dimiliki pemertinah daerah di kawasan Surabaya.

Akibatnya kata dia, banyak masyarakat yang masih melakukan pelanggaran terkait pencegahan virus corona.

“Ketika terjadi pelanggaran hanya diperingatkan biasa dan kesalahan yang sama akan diulang kembali oleh masyarakat,” tegasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini tiba-tiba menangis dan bersujud di depan Ketua Tim Penyakit Infeksi Emerging dan Remerging (Pinere) Rumah Sakit Umum (RSU) dr Soetomo Surabaya, dr Soedarsono.

Dia mengaku tak pantas menjadi Wali Kota lantaran tingginya angka kasus covid-19 di Surabaya. Dia pun menangis dan sujud ke Ikatan Dokter Indonesia serta mengaku dirinya goblok.

"Saya memang goblok, saya tak pantas jadi wali kota," kata Risma di Balai Kota Surabaya seperti dikutip dari detikcom, Senin (29/6/2020).

Politikus PDIP itu mengaku tak bisa bekerja sama dengan RSU dr Soetomo, padahal dirinya sudah membuka dan membangun komunikasi berkali-kali. Namun hasilnya tetap tidak ada. Padahal dia berharap warga yang terjangkit covid-19 dapat dirawat di RSU dr Soetomo.

"Kami tidak terima. Karena kami tak bisa masuk ke sana (RSU dr Soetomo)," tambah Risma.

Dalam audensi dengan IDI itu, Risma mendengar keluhan dari pihak RSU dr Soetomo dimana ruang isolasinya sudah penuh karena banyaknya pasien yang dirawat. Ketua Pinere RSU dr Soetomo, dr Sudarsono mengungkapkan hal itu lantaran banyak warga yang tidak menerapkan protokol kesehatan.

Tapi terkait hal itu Risma mengatakan bahwa pihaknya tidak bisa masuk ke rumah sakit milik Pemprov Jatim seperti RSU dr Soetomo. Pemkot Surabaya tidak bisa masuk untuk berkomunikasi.

"Tolonglah kami jangan disalahkan terus. Apa saya rela warga saya mati. Kita masih ngurus orang meninggal jam 03.00 pagi, bukan warga Surabaya. Kami masih urus," jelasnya.

Untuk mengatasi sesaknya ruang isolasi di RSU dr Soetomo, Risma pun menawarkan ruang isolasi yang masih kosong di RS Husada Utama untuk pasien RSU dr Soetomo. Menurutnya ada 100 lebih tempat tidur yang belum digunakan. Hal serupa berupa APD juga sempat ditolak RSU dr Soetomo.

(Ade Irmansyah\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar