Dianggap Tak Lebih Hebat Dari Polisi, BNN: Kita Enggak Mau Tampil

Kamis, 25/06/2020 18:38 WIB
Foto (bnn.go.id)

Foto (bnn.go.id)

law-justice.co - Badan Narkotika Nasional (BNN) dikritik oleh anggota DPR Komisi III Arteria Dahlan dari fraksi PDIP. Dalam kritiknya, Arteria mempertanyakan sepak terjang BNN dalam memberantas narkoba di Indonesia. Bahkan Arteria Dahlan turut membandingkan kinerja BNN tidak lebih hebat dari kepolisian dalam mengatasi narkoba.

"Tapi saya lihat memang ada penghematan, ada refocusing, pagu kita turun. Kita juga mohon maaf, belakangan ini kan polisi lebih hebat nangkepin narkoba dibanding BNN, saya nggak kelihatan itu siapa abang kita ini? iya Bang Arman Depari biasanya luar biasa semangatnya, tapi sekarang dia udah melipir dia," kata Arteria, Kamis (25/6/2020).

Selain itu, DPR yang melakukan rapat dengan 3 lembaga yaitu KPK, BNN, PPATK tersebut juga meminta agar instansi khusus pemberantasan narkoba yaitu BNN untuk lebih progresif, Arteria juga menambahkan selama ini BNN selalu dibela karena lembaga tersebut diciptakan era Megawati, Ketua Umum PDIP.

"Kami juga ingatkan, minta BNN biar lebih progresif lagi, politiknya PDIP politik afirmatif, politik keberpihakan, kami mendukung penuh. BNN ini lahir zamannya Ibu Mega, kita mendukung penuh segala gerak dan langkah BNN, apapun itu, bahkan BNN salah kita bilang selalu benar, kenapa? Biar teryakinkan publik, urusan benar salahnya biarkan dengan Komisi III, tapi untuk berantas narkoba biarkan butuh keyakinan," ujarnya.

Menanggapi hal itu, Kepala BNN Heru Winarko mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Polri dalam hal penangkapan pelaku kasus narkotika. Heru mengatakan Polri selalu berkoordinasi dengan BNN dalam penangkapan, baik kasus besar sekalipun.

Hanya saja, Heru mengatakan pihaknya tidak ingin terlalu tampil.

"Untuk polri, terus terang saja kita gabungan dengan mereka, kita operasi-operasi gabungan dengan bea cukai. Kalau misalnya ditangani polisi mereka tangani, mereka informasi ke kita, lalu yang di Banten dan Sukabumi, itu kita sama pak,mereka laporkan ke kita. Jadi kita nggak mau tampil sebenarnya pak," katanya.

Heru juga menjelaskan kaitan antara polisi dan instansinya. Menurutnya, banyak petinggi polri yang sebelumnya memiliki jabatan di BNN.

"Dan sebenarnya terus terang saja, yang sekarang di polisi kebanyakan orang BNN pak. Jadi kaya kemarin zaman Budi Waseso kita apresiasi yang itu sespati atau apa mereka kembali ke polisi pak, nggak apa mereka dapat promosi di sana, dan bagi saya nggak ada masalah. Jadi bukan hanya itu tapi bagaimana kita berantas," ujarnya.

(Bona Ricki Jeferson Siahaan\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar