Empat Tragedi yang Mengguncang Keluarga Kerajaan Sepanjang Abad

Kamis, 25/06/2020 00:01 WIB
Putri Diana dari Inggris (CNN)

Putri Diana dari Inggris (CNN)

law-justice.co - Banyak orang bermimpi ingin jadi bagian dari keluarga kerajaan. Kehidupan yang glamour dan kenyamanan hidup sudah terbayang di balik megahnya bangunan istana.

Namun ketenaran, kekuasaan, kehormatan dan kebahagiaan tidak selalu menyertai para bangsawan. Tragedi dan kematian tidak bisa dihindari oleh kalangan raja sekali pun. Berikut ini empat kisah paling tragis yang pernah dialami keluarga kerajaan di berbagai belahan bumi, yang dirangkum dari Heraldweekly dan People.com:

Grace Kelly dari Monako

Sebelum dipinang oleh Pangeran Rainier III dari Monako, Grace Kelly adalah seorang aktris terkenal dari Amerika. Keduanya jatuh cinta dan akhirnya menikah pada tahun 1956. Grace pensiun dari karir aktingnya untuk menjadi seorang putri. Pasangan kerajaan itu melahirkan tiga anak perempuan.

Putri Grace adalah lambang putri sejati. Kecantikan alami, ketenangan, dan keanggunannya membuat semua orang jatuh cinta padanya. Namun, pada 1982, sang putri mengalami kecelakaan tragis. Saat sedang mengemudi dengan putrinya, Stephanie, ia terserang stroke yang membuatnya kehilangan kendali kemudi. 

Keduanya dibawa ke rumah sakit dalam keadaan hidup. Namun stroke yang dialami sang putri begitu parah. Keesokan harinya, Pangeran Rainier setuju untuk melepas alat bantu hidup yang dipasang pada istrinya, dan secara resmi mengakhiri kehidupannya. 

Pangeran John dari Inggris

John Charles Francis, lahir pada tahun 1905 dari ibunya Ratu Mary. Pada saat itu, sang ratu tidak tahu bahwa putranya hanya akan hidup untuk waktu yang sangat singkat.

Pada usia empat tahun, Pangeran John telah didiagnosis menderita epilepsi. Dia juga diyakini menderita autisme. Seiring berlalunya waktu, kondisinya semakin memburuk, karena saat itu tidak ada dokter yang benar-benar tahu bagaimana menangani penyakit ini. 

Beberapa orang percaya keluarga kerajaan menyembunyikannya dari pandangan umum karena malu; sementara yang lain mengklaim bahwa ibunya merawatnya di Rumah Sandringham. Pada usia 13, pangeran muda meninggal karena kejang.

Dipendra, Putra Mahkota Nepal

Pada tanggal 1 Juni 2001, keluarga kerajaan Nepal akan mengadakan pesta besar dan mewah yang dipenuhi dengan segala macam hiburan. Semua orang berpikir acara itu akan sukses besar. Mereka tidak tahu bahwa Putra Mahkota Dipendra merencanakan kejutan besar.

Diyakini marah oleh kenyataan bahwa dia tidak diizinkan menikahi perempuan yang dicintainya, sang pangeran menembaki keluarganya pada malam yang tragis itu, dan menewaskan ayahnya dan delapan orang lainnya. Dia mengakhiri amukannya dengan menembak dirinya sendiri.

Lady Diana, Princess of Wales 

Lady Diana tewas dalam kecelakaan tragis pada 31 Agustus 1997 di terowongan Pont de I’Alma di Paris. Kecelakaan itu juga menewaskan Dodi Al Fayed, pria yang bersamanya saat itu, dan pengemudi mobil yang mabuk Henri Paul.

Setelah Diana dinyatakan meninggal di rumah sakit Prancis, mantan suaminya, Pangeran Charles, melakukan perjalanan untuk membawa jenazahnya pulang ke London. Diana berusia 36 tahun. 

Seluruh dunia berduka. Masyarakat mengirim bunga dan buah tangan yang diletakkan di sekitar rumahnya di London, Istana Kensington. Pemakamannya dihadiri oleh 2.000 orang, disiarkan langsung melalui televisi dan ditonton oleh dua miliar orang lebih. 

(Liesl Sutrisno\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar