Tidak Jera soal Corona! China Kembali Gelar Festival Daging Anjing

Rabu, 24/06/2020 10:11 WIB
Ilustrasi anjing yang akan dipotong (Tribunnews)

Ilustrasi anjing yang akan dipotong (Tribunnews)

Jakarta, law-justice.co - Kota Yulin, China dikabarkan kembali menggelar festival tahunan daging anjing.

Padahal sebelumnya, pemerintah telah mengkampanyekan perdagangan daging satwa liar dan hewan peliharaan setelah wabah virus corona baru muncul di Wuhan.

Seperti melansir rmol.id, biasanya acara tersebut menarik ribuan pengunjung. Namun para pegiat mengatakan, jumlahnya untuk tahun ini berkurang. Mengingat kekhawatiran akan munculnya infeksi Covid-19.

Di sisi lain, festival selama 10 hari tersebut telah membuat prihatin banyak aktivis pecinta hewan. Seperti Peter Li dari Humane Society Internasional, sebuah kelompok pecinta hewan. Dia mengecam keras acara tersebut.

"Saya berharap Yulin akan berubah tidak hanya demi hewan, tetapi juga untuk kesehatan dan keselamatan rakyatnya. Mengizinkan pertemuan massal untuk berdagang dan mengonsumsi daging anjing di pasar yang ramai dan restoran atas nama festival menimbulkan risiko kesehatan masyarakat yang signifikan," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh seorang aktivis bernama Zhang Qianqian. Meski begitu, ia mengatakan, butuh waktu yang lama untuk bisa melarang orang mengonsumsi daging anjing.

"Dari apa yang kami pahami dari percakapan kami dengan penjual daging, para pemimpin mengatakan bahwa konsumsi daging anjing tidak akan diizinkan di masa depan," katanya.

Sebelumnya, Pemerintah China sendiri tengah menyusun UU terkait larangan perdagangan satwa liar dan perlindungan hewan peliharaan.

Itu dilakukan setelah wabah Covid-19 meledak di pasar satwa liar di Kota Wuhan pada Januari 2020.

Virus corona hingga saat ini diyakini berasal dari kelelawar sebelum akhirnya menginfeksi manusia. Pasar Wuhan sendiri terkenal dengan penjualan satwa liar dan makanan lautnya.

Kementerian pertanian juga telah mengklasifikasikan anjing sebagai hewan peliharaan dan bukan hewan ternak.

Pada April, Shenzhen menjadi kota pertama di China yang melarang konsumsi anjing, dengan yang lain diperkirakan akan menyusul.

 

(Ade Irmansyah\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar