Sekuriti Kantor DPP PDIP Akui Suruh Harun Masiku Rendam Ponsel ke Air

Jum'at, 12/06/2020 09:31 WIB
Saat OTT KPK, Harun Masiku Diduga Disuruh Rendam Ponsel ke Air. (tagar.id)

Saat OTT KPK, Harun Masiku Diduga Disuruh Rendam Ponsel ke Air. (tagar.id)

Jakarta, law-justice.co - Nurhasan, Anggota Satuan Pengamanan Kantor Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan mengakui sempat menyuruh tersangka penyuap bekas komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan, Harun Masiku, merendam ponselnya di air.

Kata dia, sebetulnya perintah itu datang dari dua pria tegap yang tiba-tiba menemuinya pada 8 Januari 2020 saat KPK memburu Harun.

"Disuruh dua orang itu Pak. Dua orang itu yang nuntun saya, Pak. Pokoknya ikut, kata dia," ujar Nurhasan saat bersaksi lewat konferensi video di sidang terdakwa Wahyu di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis, 11 Juni 2020.

Menurut pengakuannya, dua pria tegap itu tiba-tiba mendatanginya di pos keamanan Rumah Apresiasi, Jakarta Pusat saat magrib, 8 Januari 2020.

Dia disuruh menelepon Harun dengan menggunakan ponselnya dan mengatakan kedua orang ini juga mendikte apa saja yang harus dikatakan kepada Harun.

Salah satu perintahnya adalah Harun harus merendam ponselnya di air. Awalnya dia sempat mengaku lupa dalam persidangan mengenai percakapan ini.

Namun, akhirnya ia mengakuinya setelah jaksa membacakan berita acara pemeriksaan.

"Di BAP betul ya, saksi pernah menyampaikan, hape-nya harus direndam di air, terus stand by di DPP?" tanya Jaksa KPK.

"Lupa saya, Pak. Kayanya gitu deh, Pak," Jawab Nurhasan.

Menurut BAP yang dibacakan jaksa, Nurhasan juga sempat menawarkan diri membantu Harun untuk merendam ponselnya.

"Terserah Bapak, apa mau saya rendemin, apa gimana? Betul saksi sempat menawarkan bantu Harun merendam?" tanya Jaksa.

"Lupa saya, Pak, pokoknya saya ikut arahan dua orang itu aja, Pak," jawabnya lagi.

Nurhasan bersama dua pria tegap tadi akhirnya berangkat ke kawasan Masjid Cut Mutia, Jakarta Pusat usai percakapan itu.

Di sana, Harun telah menunggu di mobil. Nurhasan mengatakan Harun memberinya sebuah tas laptop.

Tas itu kemudian diserahkan kepada dua pria tegap tadi. Menurut Nurhasan, setelah itu mereka berpisah. Hingga saat ini, Harun masih buron.

(Ade Irmansyah\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar