Tanggapi Sidang Eksepsi Jiwasraya

MAKI: Goreng Saham Itu Merugikan Negara

Kamis, 11/06/2020 14:44 WIB
Jiwasraya (Foto: Kata Data)

Jiwasraya (Foto: Kata Data)

law-justice.co - Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) turut menanggapi hasil sidang eksepsi atau pembelaan para terdakwa, dalam hal ini Dirut PT Hanson Benny Tjokrosaputro, yang berlangsung di Pengadilian Tipikor Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2020). MAKI menegaskan, pihak swasta turut terlibat dalam jual beli saham yang mengakibatkan kerugian di PT Asuransi Jiwasraya.

Koordinator MAKI Boyamin Saiman mengatakan, dalam kasus tindak pidana korupsi di perusahaan BUMN PT Asuransi Jiwasraya, direksi dan manajemen patut diduga telah melakukan investasi saham yang ceroboh dan cenderung sengaja untuk membeli saham gorengan secara berulang-ulang. Hal itulah yang kemudian membuat PT Asuransi Jiwasraya merugi hingga akhirnya terjadi gagal bayar.

"Manajemen atau Direksi Jiwasraya patut diduga telah melanggar ketentuan kepemilikan saham maksimal 10 persen dari sebuah entitas perusahaan lain dan gara-gara kepemilikan saham lebih dari 10 persen menjadikan Jiwasraya merugi," kata Boyamin dalam kepada Law-justice.co, Kamis (11/6/2020).

Terkait dengan keterlibatan pihak swasta yang turut menjadi terdakwa, menurut Boyamin, bukan semata-mata perilaku bisnis yang terbiasa untung rugi. Patut diduga ada kesengajaan dalam menyerahkan saham gorengan sehingga merugikan Jiwasraya.

"Terkait klaim perkara pasar modal dan bukan suatu tindak pidana korupsi, adalah sangat keliru karena dugaan penggorengan saham merupakan modus perbuatan. Korban kasus Jiwasraya adalah negara karena uang premi nasabah yang sudah dibayarkan kepada Jiwasaraya adalah milik PT Asuransi Jiwasraya sebagai BUMN," ujar Boyamin.

(Januardi Husin\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar