Tergoda Wajah Cantik, Pria Ini Berhasil Tipu 40 Pria Hidung Belang

Selasa, 09/06/2020 13:16 WIB
 Pria berinisial RH (kiri) yang menyamar di media sosial sebagai cewek bernama `Mawar` ketika dihadirkan ke hadapan penyidik di ruang Satreskrim Polresta Mataram, NTB, Senin (8/6/2020). (ANTARA/Dhimas B.P.)

Pria berinisial RH (kiri) yang menyamar di media sosial sebagai cewek bernama `Mawar` ketika dihadirkan ke hadapan penyidik di ruang Satreskrim Polresta Mataram, NTB, Senin (8/6/2020). (ANTARA/Dhimas B.P.)

law-justice.co - Seorang pria berinisial RH (30) telah menipu 40 orang pria hidung belang melalui media sosial (medsos). RH yang berasal dari Dasan Agung, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut dalam menjalankan aksinya menyamar sebagai perempuan yang bernama Mawar.

Dilansir dari Antara, Kasat Reskrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa telah membenarkan dan pelaku kini telah ditahan oleh kepolisian.

"Dari pengakuannya, sudah 40 orang yang dia layani," kata Kasat Reskrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa, Senin (8/6/2020).

Pelaku yang saat itu dihadirkan oleh polisi saat rilis mengungkapkan bahwa dirinya bukan sebagai pelayan nafsu para pria hidung belang. RH mengaku bahwa dirinya hanya memberikan jasa pijat dengan tarif Rp. 300 ribu.

"Saya hanya memijat, saya menyesal," ujar RH.

Dalam menjalankan aksinya, RH diketahui menyamar sebagai perempuan. Saat ingin melayani, RH meminta para korban untuk datang ke kamar indekosnya. Dan untuk melancarkan perbuatannya, RH selalu meminta untuk dimatikan lampu kamar bila ingin dilayani.

Sedangkan dalam menjaring para korban, RH memasang foto profil perempuan yang diakuinya adalah milik teman sekolahnya. Pelaku mendapatkan foto tersebut via akun facebook cewek itu yang kini berstatus sebagai pelapor. Sekitar dua bulan sebelum ditangkap, foto profil cewek itu telah dia gunakan untuk menipu para pelanggannya.

Akibat perbuatannya, yakni mengakses foto pelapor tanpa izin dan menggunakannya untuk hal yang tidak lazim hingga mengakibatkan nama baik pelapor tercemar, RH terancam Undang-Undang RI Nomor 19/2016 tentang perubahan atas Undang-undang RI Nomor 11 Tahun 2018 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

(Bona Ricki Jeferson Siahaan\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar