Filipina Jadi Transit Gengster Narkoba Meksiko, Duterte: Jika Ditemukan Saya Bunuh!

Sabtu, 06/06/2020 15:30 WIB
Presiden Filipina Rodrigo Duterte (Foto: Tribunnews)

Presiden Filipina Rodrigo Duterte (Foto: Tribunnews)

law-justice.co - Belum lama ini polisi negara Filipina berhasil menyita 756 kg sabu-sabu. Pengungkapan ini membuat Presiden Filipina Rodrigo Duterte naik pitam. Dilansir Reuters, Sabtu, (6/6/2020) Duterte dalam pidatonya langsung mengancam akan membunuh pengedar narkoba tersebut.

"Jika Anda menghancurkan negara saya dengan memasok sabu-sabu senilai 5,1 miliar peso, saya akan membunuh Anda," kata Duterte dalam pidatonya.

Sabu-sabu kristal, yang ditaksir polisi memiliki nilai jual 5,1 miliar peso (sekitar Rp 3,22 triliun) di pasar Filipina, merupakan salah satu penyitaan terbesar sejak Duterte menyatakan perang dengan narkoba, yang menentukan kepresidenannya pada 2016.

Pihaknya tidak mengatakan dari mana barang haram itu berasal, namun menyebutkan Filipina menjadi pusat perpindahan untuk gengster narkoba Meksiko.

Duterte juga melontarkan penghinaan terhadap kelompok HAM yang mengkritik kampanye anti narkoba yang ia jalankan.

Laporan PBB pada Kamis (4/6/2020) menyebut, puluhan ribu orang di Filipina bisa jadi tewas dalam perang melawan narkoba. Data pemerintah mengenai tersangka pengedar narkoba dan pengguna yang tewas dalam operasi anti-narkoba sejak Juli 2016 tercatat ada 5.600 orang.

Kantor Duterte membantah laporan PBB, menyebutnya "klaim berulang" dan menyebut tuduhan impunitas (kekebalan hukum) tak berdasar.

(Ricardo Ronald\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar