Terkuak! Ada Nama BG di Percakapan Rahasia Nurhadi Minta Perlindungan

Kamis, 04/06/2020 10:42 WIB
Mantan Sekretaris Mahkamah Agung atau MA, Nurhadi. (Legal Era Indonesia)

Mantan Sekretaris Mahkamah Agung atau MA, Nurhadi. (Legal Era Indonesia)

Jakarta, law-justice.co - Jauh sebelum ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi diketahui menghubungi sejumlah orang untuk meminta perlindungan.

Seperti melansir tempo.co, KPK sebenarnya sudah mengincar Nurhadi sejak April 2016 lalu.

Nurhadi dibidik usai KPK menangkap Panitera Sekretaris Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Edy Nasution yang menerima duit suap Rp 50 juta dari Doddy Aryanto Supeno di tempat parkir Hotel Acacia, Jakarta Pusat.

Doddy yang merupakan pegawai PT Artha Pratama Anugerah, memberikan suap kepada Edy dengan maksud untuk memuluskan sejumlah perkara Grup Lippo di pengadilan dan Mahkamah Agung.

PT Artha adalah anak usaha Grup Lippo. Tak lama setelah itu, penyidik KPK menggeledah rumah Nurhadi di di Jalan Hang Lekir V Nomor 6, Jakarta Selatan.

Setelah penggeledahan itu, terungkap upaya Nurhadi meminta perlindungan kepada sejumlah orang.

Temuan pemeriksaan dan pengakuannya ini kemudian menjadi bahan penyelidikan KPK selanjutnya.

Selanjutnya KPK membuka penyelidikan baru untuk menjerat Nurhadi pada akhir Juli 2016 lalu.

Caranya nurhadi meminta sang ajudan, dari kepolisian, menelepon sejumlah orang.

Dari dokumen tercatat ajudan Nurhadi menelepon seseorang yang disebut ajudannya BG. Meski demikian, tidak disebutkan siapa BG dalam percakapan kedua orang itu.

Berikut transkrip percakapan tersebut:

+ Ijin Ndan. Bisa diakseskan ke BG informasi Ndan. Bapak (Nurhadi ) habis di-ini sama Kuningan (KPK).
- Hah, kenapa?
+ Bapak rumahnya habis diperiksa Kuningan (digeledah). Semalem jam 11 malam dan baru selesai jam 7 barusan. Terus tadi Bapak (Nurhadi) bilang kasih tahu Pak BG.
- Oke. Kami informasikan segera. Ini lagi serah-terima (sejumlah kapolda baru).

Menanggapi itu, Wakil Ketua KPK saat itu Alexander Marwata tidak menyangkal kabar bahwa materi percakapan itu ditanyakan ke Nurhadi.

"Itu yang tahu penyidik. Kalau penyidik tahu info itu, pasti akan ditindaklanjuti." ujarnya.

Dalam sejumlah dokumen pemeriksaan, Nurhadi tidak menyangkal rekaman suara itu. Dia menyebut isi rekaman itu mirip suara Ari Kuswanto, ajudannya.

Saat ditanya dalam sejumlah kesempatan ketika menjadi saksi sidang kasus Edy Nasution soal percakapan ajudannya yang menyebut nama BG, Nurhadi tak pernah bersedia menjawab.

(Annisa\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar