Ini Prediksi Ahli Mikrobiologi UI soal Gelombang Kedua Covid-19 di RI

Rabu, 03/06/2020 10:25 WIB
Sejumlah warga antre sembako di Kabupaten Bogor, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Senin (20/4). (Antara)

Sejumlah warga antre sembako di Kabupaten Bogor, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Senin (20/4). (Antara)

Jakarta, law-justice.co - Ketua Laboratorium Mikrobiologi FKUI Pratiwi Sudarmono menyebut Indonesia bisa saja mengalami gelombang kedua Covid-19.

Pasalnya kata dia, sejak masa mudik lalu, terjadi pergerakan manusia yang luar bisa dan juga masuk nya para pekerja migran dari luar negeri.

“Takut gelombang kedua, tapi justru sekarang mereka merasa leluasa pergi ke sana, ke mari tanpa masker, coba berkerumun, minum kopi, dan ke restoran,” kata Pratiwi dalam konferensi pers di akun Youtube BNPB, Selasa, 2 Juni 2020.

Selain itu kata dia, tidak adanya aturan pembatasan yang jelas membuat orang tidak lagi bekerja dari rumah sehingga sangat memungkinkan terjadinya penularan dengan sangat cepat.

Sementara kata dia, SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 terus melakukan perubahan atau bermutasi secara kontinyu karena termasuk ke dalam virus RNA. Sehingga bisa saja virus berkembang juga di satu daerah di lebih banyak dari sebelumnya.

“Karena tidak ada pembatasan yang jelas, orang tidak takut lagi, sehingga orang tidak WFH lagi misalnya, maka dengan sendirinya kemungkinan tertular itu tinggi,” ujarnya.

Apalagi kata dia, vaksin tidak akan hadir dalam waktu dekat. Menurutnya, setidaknya membutuhkan waktu paling cepat satu tahun untuk menciptakan vaksin.

Kata dia, dalam pembuatan vaksin harus melewati banyak tahapan dan waktu yang tidak sebentar. Tahapan pertama adalah membentuk atau merancang DNA yang bisa `menggendong` bagian virus sehingga nantinya bisa membuat antibodi bila dimasukkan ke tubuh manusia.

"Saya sebagai ahli mikrobiologi, dengan humble mengatakan itu (vaksin) tidak akan terbentuk dalam waktu dekat, paling cepat satu - dua tahun lagi," katanya.

 

(Ade Irmansyah\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar