Identifikasi Aksi Penyerangan Polsek Daha, Polri: Pelaku Lonewolf

Rabu, 03/06/2020 11:16 WIB
ilustrasi teroris (Foto: Okezone)

ilustrasi teroris (Foto: Okezone)

law-justice.co - Penyerangan terhadap anggota polisi di Polsek Daha Selatan, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan oleh seorang pelaku teror bernama Abdul Rahman dikatakan polisi sebagai pelaku tunggal.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono ‎mengatakan Abdul Rahman beraksi seorang diri.

"Pelaku lonewolf," kata Irjen Argo di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa, 2 Juni 2020

Argo mengungkapkan menurut hasil penyelidikan Densus 88 Antiteror, pelaku terpapar paham radikal secara otodidak atau belajar sendiri dari internet.

"Pelaku mempelajari paham radikal dari internet," katanya.

Kasus serangan teror terhadap Polsek Daha Selatan yang terjadi Senin 1 Juni 2020 dini hari ini mengakibatkan Brigadir Leonardo Latupapua tewas dan satu polisi lainnya luka-luka. Selain menyerang polisi, pelaku juga membakar mobil patroli Polsek Daha Selatan.

Pelaku kemudian tewas usai ditembak polisi karena melawan saat hendak ditangkap.

Dari kejadian tersebut, ditemukan juga senjata tajam jenis samurai yang digunakan pelaku untuk menyerang polisi, syal bergambar bendera hitam ISIS, kartu anggota ISIS, satu lembar surat wasiat, satu sepeda motor, satu KTP, dan sebuah Al Quran kecil.

Densus 88 Antiteror masih mendalami keterkaitan pelaku dengan jaringan teroris tertentu. Polisi belum bisa memastikan pelaku berasal dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berafiliasi dengan ISIS atau tergabung dalam jaringan lain.

Begitu juga motif penyerangan yang dilakukan Abdul Rahman masih didalami oleh Densus 88.

(Bona Ricki Jeferson Siahaan\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar