Solidaritas pada Kulit Hitam, Industri Musik AS Hentikan Bisnis Sehari

Selasa, 02/06/2020 21:55 WIB
Foto: Variety

Foto: Variety

law-justice.co - Pertunjukkan akan dihentikan sementara. Setidaknya, itulah pesan yang datang dari kalangan industri musik dan artis, sebagai bagian dari gerakan yang disebut "Blackout Tuesday".

Dilansir dari CNN, eksekutif musik Jamila Thomas dan Brianna Agyemang mempelopori upaya untuk menutup kegiatan bisnis pada 2 Juni melalui inisiatif #theshowmustbepaused (pertunjukkan dihentikan sementara).

Sebuah akun Twitter yang dikaitkan dengan kelompok itu telah dibuat pada hari Minggu, di tengah akhir pekan di saat komunitas di seluruh negeri memprotes pembunuhan George Floyd di tangan polisi.

Thomas dan Agyemang mengatakan, kegiatan itu dilakukan itu terkait masalah rasisme yang sudah lama ada dan ketidaksetaraan yang terjadi di ruang dewan hingga ke jalanan. 

Artis seperti Rolling Stones, Quincy Jones dan Billie Eilish mengatakan mereka akan merayakan hari itu. Sejumlah artis juga telah membatalkan acara untuk berpartisipasi dalam gerakan itu. 

Label seperti Def Jam Recordings, Interscope, Sony Music, Columbia Records dan banyak lagi juga diharapkan untuk berpartisipasi. "Kami tidak akan terus menjalankan bisnis seperti biasa tanpa memperhatikan kehidupan kaum kulit hitam," tulis Thomas dan Agyemang. 

Bagaimana pelaksanaan aksi “pertunjukkan dihentikan sementara” akan bervariasi dari perusahaan ke perusahaan, dan dari orang ke orang. Tetapi mereka yang mengambil bagian didorong untuk tidak mengirim email, rilis musik dan lainnya seperti dalam situasi bisnis normal. 

Di MTV, Chris McCarthy, presiden ViacomCBS Entertainment & Youth Group, kepada karyawan dalam email internal yang diperoleh CNN mengatakan, bahwa perusahaan akan "memusatkan perhatian pada gerakan komunitas kita."

"Kami tidak akan mengadakan pertemuan atau melakukan bisnis apa pun - melainkan kami akan berdiri dalam solidaritas dengan rekan-rekan Afrika-Amerika kami dan orang-orang terkasih di seluruh negeri," tulisnya.

“Pada hari Senin, jaringan ViacomCBS termasuk MTV, Comedy Central, Paramount Network dan Pop, mematikan semua siarannya selama 8 menit dan 46 detik untuk menghormati Floyd, gerakan Black Lives Matter" dan korban rasisme lainnya," tulis McCarthy.

Penyelenggara juga mendorong sumbangan untuk keluarga korban, dana jaminan masyarakat dan terlibat dalam kampanye akar rumput. Mereka juga menyediakan daftar sumber daya anti-rasisme.

"Ini bukan hanya inisiatif 24 jam," Thomas dan Agyemang menambahkan. "Kami berada dan akan terus berada dalam pertarungan ini untuk jangka panjang."

(Liesl Sutrisno\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar