Melawan Saat Ditangkap, Seorang Anggota KKB Ditembak Satgas TNI-Polri

Selasa, 02/06/2020 20:33 WIB
 Polres Mimika ketika mengamankan enam warga yang akan menyuplai bama ke KKB, Selasa (7/4).(HUMAS POLRES MIMIKA)

Polres Mimika ketika mengamankan enam warga yang akan menyuplai bama ke KKB, Selasa (7/4).(HUMAS POLRES MIMIKA)

law-justice.co - Satuan Tugas Nemangkawi berhasil menangkap seorang anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang bernama Oniara Wonda alias OW. OW ditangkap karena dituduh melakukan penembakan terhadap seorang warga sipil.

"Benar Satgas Nemangkawi berhasil menangkap satu DPO Polda Papua anggota KKB atas nama OW karena terlibat dalam aksi penembakan yang mengakibatkan hilangnya nyawa warga sipil," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube Tribrata TV, Selasa (2/6/2020).

Penangkapan tersebut terjadi di wilayah Pilia, Kampung Igimbut, Distrik Pagaleme, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, pada Minggu, (31/5) lalu. Dalam penangkapan tersebut OW melakukan perlawanan sehingga petugaspun memberi tembakan kepada pelaku.

"OW melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri sehingga tim satgas melakukan tindakan tegas dan terukur dan dari kejadian tersebut OW dibawa ke RS Bhayangkara Jayapura untuk mendapatkan perawatan," kata Argo.

Selain itu, Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw dalam keterangannya menjelaskan tentang OW. OW dikatakan adalah anggota KKB pimpinan Purom Okiman Wenda. Dalam kegiatannya, KKB tersebut sering melakukan tindakan perampasan terhadap senjata milik TNI-Polri.

"DPO Oniara Wonda merupakan pasukan dari KKB pimpinan Purom Okiman Wenda yang terlibat sejumlah aksi penembakan dan perampasan senjata api milik personel Polri," ungkap Paulus.

Adapun, berikut daftar aksi teror yang dilakukan OW bersama KKB pimpinan Purom berdasar keterangan polisi:

Perampasan SMR (senjata mesin ringan) jenis Arsenal di Kabupaten Puncak Jaya bulan Januari tahun 2011 yang mengakibatkan satu Personel Brimob Papua meninggal dunia.

Penembakan dan penyerangan serta perampasan senpi organik jenis revolver milik Kapolsek Mulia, AKP DOMINGGUS AWES di Bandara Mulia Puncak Jaya bulan November tahun 2011.

Perampasan senpi organik res lanny jaya jenis AK47 yang dipegang oleh Brigpol Amaluddin Elwakan tahun 2011 di Tiom Kabupaten Lannyjaya.

Penembakan dan penyerangan Polsek Pirime pada bulan November tahun 2012 yang mengakibatkan anggota Polsek berjumlah tiga orang meninggal dunia.

Penembakan terhadap Mantan Kapolri Jendral (Purn) Tito Karnavian yang saat itu menjabat sebagai Kapolda Papua tanggal 28 November tahun 2012 saat akan menuju ke TKP Polsek Pirime.

Penyerangan dan penembakan serta pencurian senjata api anggota Polri di Jalan Trans Indawa-Pirime tanggal 28 Juli 2014.

Penembakan terhadap anggota TNI 756 di lapangan terbang di Distrik Pirime Kabupaten Lannyjaya yang mengakibatkan satu Personel TNI luka tembak pada tahun 2015.

Penembakan terhadap Personil satgassus Papua (satgas gakkum saat ini) pada bulan Desember tahun 2017 di Puncak Popome saat melaksanakan giat pemetaan.

Penembakan terhadap aparat TNI-Polri (Satgas Ops Nemangkawi) saat akan dilakukan penegakan hukum di Markas Balingga Kabupaten Lany Jaya pada tanggal 3 November tahun 2018.

(Bona Ricki Jeferson Siahaan\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar