Karena Lockdown, Valentino Rossi Semakin Mantap Ingin Pensiun

Selasa, 02/06/2020 21:03 WIB
Valentino Rossi (Foto: Cycleworld.com)

Valentino Rossi (Foto: Cycleworld.com)

law-justice.co - Menjelang dimulainya musim baru balapan MotoGP musim 2020, pembalap Valentino Rossi sedang dalam kebimbangan apakah akan melanjutkan karier atau pensiun. Menjalani masa karantina karena adanya kebijakan Lockdown selama dua bulan, pembalap 41 tahun itu mengaku sangat menikmati kehidupan pribadinya. Hal itu membuat dia semkin mudah mengambil keputusan pensiun.

"Saya harus jujur, saya memiliki masa karantina yang baik. Saya bersenang-senang karena saya tinggal di rumah dan bersantai dengan ibu saya, dengan pacar saya, dengan hewan-hewan saya. Saya bersenang-senang," kata Rossi dalam sebuah wawancara dengan BT Sport.

The Doctor mengatakan, kehidupan di masa karantina telah memberikan dia pengalaman hidup baru yang belum pernah dirasakan sejak tahun 1995. Rossi mengaku bahagia karena bisa menikmati hidup tanpa tekanan. Kini pembalap Yamaha itu memiliki pandangan baru bagaimana harus menjalani hidup tanpa motor.

"Awalnya terasa aneh. Tapi saya telah melihat bahwa saya benar-benar suka berada di rumah dan terutama hidup tanpa tekanan dari hasil balapan. Saya membayangkan kehidupan tanpa bermotor. Ini sangat bagus. Kemungkinkan saya bisa mengambil keputusan dengan lebih mudah," kata dia.

Hanya saja, Rossi mengaku ada satu hal yang selalu mengganjal niatnya ingin pensiun, yaitu keyakinan bahwa dia masih bisa kompetitif di atas aspal. Keinginan pensiun sudah lama ada, sejak dia masih menunggangi motor Ducati tahun 2012. Rossi frustasi karena tidak kunjung bisa mengembalikan performanya.

"Kalau saja saya tidak memiliki kesempatan untuk kembali ke Yamaha, saya akan mengakhiri karier di sana," ucap Rossi.

Kondisi di Ducati kini kembali menghantui Rossi. Dia tidak kunjung bisa kompetitif di Yamaha, motor yang membesarkan kariernya di MotoGP. Musim lalu, juara dunia 9 kali itu hanya finis di posiis ke-7 tanpa pernah sekalipun memenangi balapan.

"Saya telah berpikir selama berbulan-bulan ini. Saya harus cepat memutuskan karier saya, sebelum balapan dimulai," imbuh dia.

(Januardi Husin\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar