Jelang New Normal, Ini Imbauan Penting Pemerintah ke Masyarakat

Selasa, 02/06/2020 18:04 WIB
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo (kanan) bersama Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto menyampaikan keterangan pers di Jakarta, Selasa (17/3/2020). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/hp.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo (kanan) bersama Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto menyampaikan keterangan pers di Jakarta, Selasa (17/3/2020). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/hp.

Jakarta, law-justice.co - Pemerintah mengingatkan masyarakat untuk tidak salah artikan new normal yang mulai diterapkan dalam waktu dekat. Hal itu dismpaikan pemerintah, karena sejumlah daerah akan segera menerapkannya.

"Beberapa saat yang akan datang tentunya banyak daerah yang secara bertahap akan memulai mengimplementasikan kebiasaan baru ini sejalan dengan mulai dijalankan kembali aktivitas aktivitas produktif dalam rangka untuk mempertahankan kinerja keseluruhan kita," kata Juru Bicara Pemerintah terkait Penanganan covid-19,Achmad Yurianto seeprti dikutip dari detikcom, Selasa (2/6/2020).

Dia berharap agar masyarakat tak mengartikan kebijakan tersebut sebagai kebebasan.

"Ini bukan sebuah euforia yang kemudian diekspresikan dengan merasa bebas, bebas untuk melakukan apapun, bebas untuk bertindak apapun, bebas untuk siapapun, dengan mengabaikan protokol kesehatan, dengan mengabaikan kebiasaan baru yang harus dituntut," lanjutnya.

Karenanya, Yuri berharap semua anggota keluarga untuk saling melindungi satu sama lain. Apalagi kata dia, pusat perbelanjaan pada saat new normal akan dibuka.

"Oleh karena itu kami minta para keluarga betul -betul melindungi seluruh anggota keluarga, apabila kemudian ada beberapa pusat perbelanjaan yang sudah dibuka bukan berarti kemudian kita memiliki kebebasan dengan membawa orang tua kita," ujarnya.

"Membawa orang orang yang memiliki komorbid, hipertensi, sakit ginjal, kencing manis untuk kemudian berbondong bondong datang ke pusat perbelanjaan, atau membawa anak anak kita , resiko ini akan menjadi besar,"tutup Yuri.

(Nikolaus Tolen\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar