Geram Din Syamsuddin Dihina, Muhammadiyah Ancam Polisikan Ade Armando

Selasa, 02/06/2020 06:12 WIB
Dosen FISIP UI Ade Armando (Detikcom)

Dosen FISIP UI Ade Armando (Detikcom)

Jakarta, law-justice.co - Dosen Universitas Indonesia Ade Armando dalam unggahan di akun Facebook pribadinya menyebut Muhammadiyah menggulirkan isu pemakzulan presiden dan diduga menghina tokoh senior Muhammadiyah, Din Syamsuddin.

Hal ini membuat Pemuda Muhammadiyah Jawa Tengah (Jateng) geram dan menyomasi pakar komunikasi tersebut.

Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah Jateng, Andika Budi Riswanto mengatakan, pihaknya memberikan waktu hingga 7 hari kedepan kepada Ade Armando untuk meminta maaf atas tindakannya tersebut.

"Postingan tersebut mengandung unsur fitnah dan pencemaran nama baik yang sangat menyakitkan bagi warga Muhammadiyah," bunyi somasi yang ditandatangani Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah Jateng, Andika Budi Riswanto seperti melansir republika.co.id, Senin (1/6).

Kata dia, pihaknya menyebut Ade Armando telah memfitnah Muhammadiyah menggulirkan isu pemakzulan Presiden.

Dalam postingan itu juga kata dia, Ade Armando disebut menghina dan mencemari nama baik Prof. Din Syamsudin. Din adalah mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ketua Dewan Pertimbangan MUI Pusat.

"Konteks bahasa pemakzulan yang dipelintir hanya diarahkan kepada Muhammadiyah. Padahal bahasa pemakzulan ada pada konstitusi kita. (Unggahan itu) dirangkai dengan bahasa yang tidak beradab dengan menyebut dungu kepada Prof. Din Syamsudin," ujarnya.

"Dan ini terjadi saat hari lahir Pancasila, sungguh suatu yang sangat merendahkan," tambahnya.

Dia menambahkan, Ade Armando dianggap telah melanggar Pasal 27 ayat (3) UU ITE. Sebab, secara sengaja menyerang kehormatan dan nama baik Persyarikatan Muhammadiyah dan pribadi Prof. Din Syamsudin.

Sebelumnya, Akun facebook Ade Armando, pada Senin, mengunggah pamflet webinar bertemakan `Menyoal Kebebasan Berpendapat dan Konstitusionalitas Pemakzulan Presiden di Era Pandemi Covid-19`. Ade menyertakan komentarnya dalam unggahan itu.

"Isu pemakzulan Presiden digulirkan Muhammadiyah. Keynote Speaker-nya Din Syamsudin, si dungu yang bilang konser virtual Corona menunjukkan pemerintah bergembira di atas penderitaan rakyat” demikian tulis Ade.

(Annisa\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar