Simpati Dunia Olahraga Kepada George Flyod

Senin, 01/06/2020 20:30 WIB
Jadon Sancho menunjukkan solidaritanya atas kematian George Floyd (Foto: Instagram/Sancho)

Jadon Sancho menunjukkan solidaritanya atas kematian George Floyd (Foto: Instagram/Sancho)

law-justice.co - Kematian George Floyd turut mendapat simpati dari dunia olahraga. Beberapa pemain rela mendapat kartu kuning demi mengecam kejadian yang dianggap sebagai salah satu kekerasan rasial tersebut.

Dua pemain Bundes Liga Jerman, Jadon Sancho dan Marcus Thuram, merayakan selebrasi setelah mencetak gol dengan cara memberikan dukungan kepada keluarga dan kerabat Floyd. Kedua pemain itu lantas membagikan dukungan mereka di akun media sosial masing-masing.

Pemain sayap Inggris yang membela Borussia Dortmund, Jodan Sancho, menunjukkan slogan di kaosnya setelah mencetak gol ke gawang Paderborn, Senin (1/6/2020) dini hari. Sancho membuka jersey-nya dan menunjukkan kaos dalam bertulis "Justice for George Floyd". Tindakannya itu akhirnya diganjar kartu kuning oleh wasit.

“Senang mencetak hat-trick di karier pertama saya, momen pahit secara pribadi karena ada hal-hal lebih penting yang terjadi di dunia saat ini yang harus kita atasi dan bantu buat perubahan,” kata Sancho di Instagramnya.

“Kita seharusnya tidak takut berbicara tentang apa yang benar, kita harus bersatu sebagai satu dan berjuang untuk keadilan. Kami lebih kuat bersama! #JusticeForGeorgeFloyd,” imbuh Sancho, yang membantu Dortmund menang 6-1 atas Paderborn.

Sementara itu, penyerang Borussia Mönchengladbach Thuram merayakan golnya dengan cara berlutut. Di akun Twitternya, Thuram menulis, "Bersama adalah bagaimana kita bergerak maju, bersama adalah bagaimana kita melakukan perubahan #BLACK_LIVES_MATTERS."

Dukungan bukan hanya datang dari pemain, salah satu klub di Spanyol, Barcelona, juga turut menyampaikan sikap atas dugaan rasisme yang menimpa Floyd. Di akun instagram resmi, admin Barcelona memposting sebuah pernyataan klub yang mengutuk segala bentuk rasisme di dunia.

"Racism, as a form of discrimination that seeks to degrade and marginalize people because of their gender, sexual orientation, origin, or skin color, is pandemic that affects us all. At Barca, we will not stop fighting it. This also our commitment," tulis Barcelona.

Legenda basket dunia Michael Jordan asal Amerika Serikat juga turut menyatakan sikapnya yang marah atas kejadian tersebut.

"Saya sedih. Luar biasa sakit dan marah. Saya melihat dan merasakan kepedihan, kemarahan, dan frustasi semua orang. Saya mengecam rasisme dan kekerasan yang sudah tertanam kepada warga kulit berwarna di negeri kita," kata Jordan, dilansir dari Reuters.

George Floyd tewas setelah lehernya ditindih oleh seorang polisi Minneapolis bernama Derek Chauvin. Leher Floyd ditindih selama 7 menit, sehingga dia tidak bisa bernafas. Gelombang protes tengah ramai di Negeri Paman Sam hingga saat ini. 

 

(Januardi Husin\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar