Tak Hanya Paru-Paru, Corona Juga Infeksi Organ Lain, Ini Gejalanya

Senin, 01/06/2020 09:49 WIB
Ilustrasi Virus Corona. (minews.id)

Ilustrasi Virus Corona. (minews.id)

Jakarta, law-justice.co - Dokter paru-paru di Tulane University School of Medicine, Louisiana, Amerika Serikat, Joshua Denson mengisahkan pengalamannya yang telah memeriksa kondisi 20 pasien covid-19 di ruang perawatan intensif.

Kata dia, dua pasien diantaranya kejang-kejang, banyak yang mengalami sesak napas karena gangguan di paru-paru, dan ada juga yang fungsi ginjalnya sudah sangat menurun.

Bahkan menurut dia berdasarkan pengalamannya beberapa hari sebelumnya, dia gagal menyelamatkan seorang pasien perempuan muda yang jantungnya berhenti berdetak. Dari sejumlah pasien tersebut, semuanya berbagi satu kesamaan yang sama.

“Mereka seluruhnya positif Covid-19,” ujarnya seperti melansir tempo.co, Minggu, 31 Mei 2020.

Para ahli klinis dan ilmu penyakit di dunia masih terus berusaha memahami daya rusak virus corona dalam tubuh manusia.

Hingga artikel ini ditulis, Minggu 31 Mei 2020, jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 yang terus bertambah hingga sekitar enam juta orang dan korbannya yang meninggal sudah lebih dari 300 ribu pasien.

Kardiolog di Yale University dan Yale-New Haven Hospital mengatakan, ini bukti SARS-CoV-2 masuk lewat saluran pernapasan, namun ternyata tak melulu berujung di paru-paru, bagian terdalam dari saluran itu.

Kata dia, pada kasus pasien yang parah, virus itu ditemukan bisa sampai ke banyak organ lain termasuk jantung dan pembuluh darah, ginjal, usus, dan otak.

“Virus ini bisa menyerang hampir semua yang di dalam tubuh dengan efek yang merusak,” kata Harlan Krumholz.

Berikut adalah gejala yang sudah didapati atau ditemukan pada sejumlah organ karena kehadiran virus corona Covid-19 itu, dimulai dari bagian paling atas tubuh:

-Otak
Beberapa pasien Covid-19 memiliki gejala stroke, kejang, bingung, dan peradangan di otak. Para dokter masih mencoba memahami mana yang langsung disebabkan oleh infeksi virus.

- Mata
Conjunctivitis, peradangan pada membran di bagian depan bola mata dan bagian dalam kelopak mata, biasa ditemukan pada pasien yang sudah parah.

- Hidung
Beberapa pasien kehilangan kemampuan indera penciumannya. Para ahli menduga kalau virus Covid-19 mungkin menular ke pangkal saraf penciuman dan merusak sel-sel di sana.

- Paru-paru
Potongan vertikal organ ini menunjukkan sel-sel imun tubuh berkerumun di alveolus atau kantong oksigen yang mengalami peradangan gara-gara infeksi virus Covid-19. Dinding kantong udara hancur, membuat proses pertukaran oksigen ke dalam darah terganggu. Pasien memiliki gejala batuk, demam ,dan sesak napas.

- Jantung dan Pembuluh Darah
Virus memasuki sel-sel, termasuk yang berada di dinding pembuluh darah, dengan cara mengikat atau menambatkan diri ke protein angiotensin-converting enzyme 2 (ACE2), reseptor di permukaan sel. Infeksi bisa memicu penggumpalan darah, serangan jantung, dan peradangan pada jantung.

- Hati
Sebanyak separuh pasien di rumah sakit memiliki kadar enzim yang memberi sinyal adanya gangguan di hati. Sistem imun tubuh yang bereaksi berlebih dan obat-obatan yang digunakan untuk melawan virus mungkin menyebabkan kerusakan itu.

- Ginjal
Ginjal rusak juga umum didapati dalam kasus yang bergejala parah dan menyebabkan kematian. Virus corona diduga menyerang langsung organ ini, atau bisa juga gagal ginjal karena tekanan darah yang drop parah.

- Usus besar
Virus corona Covid-19 bisa menginfeksi sampai ke bagian ini yang memang kaya protein ACE2 berdasarkan keluhan pasien dan data biops. Lagian, sebanyak 20 persen atau lebih pasien penyakit ini juga memiliki gejala diare.

(Ade Irmansyah\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar