Presiden China Perintahkan Militer Siap Tempur,Mau Perang Lawan Siapa?

Kamis, 28/05/2020 13:59 WIB
Presiden China Xi Jinping saat bericara di depan militer China (china daily)

Presiden China Xi Jinping saat bericara di depan militer China (china daily)

Jakarta, law-justice.co - Sejak pandemi covid-19 melanda China, dimana bermula dari Kota Wuhan, Presiden China Xi Jinping jarang sekali muncul ke publik. Namun, di tengah dunia berperang lawan covid-19, Xi Jinping malah muncul dan minta pasukan militernya untuk tingkatan latihan dan bersiap untuk bertempur. Mau berperang lawan siapa?

Diketahui hal itu disampaikan Xi Jinping saat muncul ke publik dan berbicara di depan pertemuan pleno delegasi Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) dan Kepolisian Rakyat, Selasa (26/5/2020).

Mengutip Global Times dan South China Morning Post, ia pun sudah memerintahkan militer untuk menerapkan cara-cara pelatihan seperti hendak berperang. "Penting juga untuk meningkatkan persiapan pertempuran bersenjata dan kemampuan militer untuk melakukan misi," katanya.

Di tengah ramainya padnemi covid-19, China diketahui memiliki hubungan yang kurang baik dengan beberapa negara, seprti Amerika Serikat dan India. Bahkan, beberapa hari terakhir antara China dengan India dikabarkan akan segera berperang. Apakah benar ingin berperang dengan India.

Tak hanya India, tak kalah panasnya lagi yaitu hubungan dengan AS. Hal itu tak lepas dari kebijakan kedua petinggi negara ini yang kerap saling bersaing dan mengunci. Dan situasi makin panas, ketika virus corona menyebar ke seluruh dunia, dan AS adalah korban tertinggi di dunia hingga saat ini.

Dan terkait hubungan AS dengan China ini juga memanas terkait wilayah Laut China Selatan. AS dikabarkan telah mengirimkan 7 kapal selam ke kawasan tersebut.

Dan untuk mendukung pelatihan pra prajuritnya, kini China menaikkan anggaran militer hingga 6,6%. Anggaran akan ditetapkan sebesar 1.268 triliun (US$ 178 miliar atau sekitar Rp 2.632 triliun) atau terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat (AS), yakni US$ 738 miliar.

Megutip catatan AFP, dalam beberapa tahun terakhir, China memang menggenjot anggaran militer untuk memodernisasi PLA. Tujuannya menjadi kekuatan kelas dunia, yang menyaingi AS dan barat.

Pada tahun 2019, China meluncurkan dua kapal induk buatan sendiri. Selain itu China juga membuat rudal balistik antarbenua pertama, yang mampu mencapai AS.

Kemudian membuat pangkalan militer pertama di Djibouti, Afrika di 2017. Beijing juga membuat rudal penghancur untuk memperkuat militernya.

Sementara itu, mengutip cnbcindonesia, seorang pejabat tinggi badan legislatif China mengatakan negaranya akan dengan tegas membela kepentingannya dari AS yang berupaya untuk menghalanginya.

"Jika AS bersikeras soal pemikiran Perang Dingin, dan melakukan strategi untuk mengendalikan China, merusak kepentingan inti China, hasilnya hanya dapat melukai dirinya sendiri dan negara lain," kata Zhang Yesui, Juru Bicara Komite Urusan Luar Negeri Kongres Rakyat Nasional (NPC).

"China tidak pernah memulai masalah dan tidak pernah takut ketika masalah datang. China akan dengan tegas mempertahankan kepentingan kedaulatan, keamanan dan pembangunannya," tutupnya.

 

(Nikolaus Tolen\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar