Lima Kebiasaan Salah Saat Memakai Parfum Menurut Francis Kurkdjian

Senin, 25/05/2020 20:11 WIB
Ilustrasi (Everfumed)

Ilustrasi (Everfumed)

law-justice.co - Siapa yang tidak pernah pakai parfum? Jawabannya mungkin tidak ada. Pengharum tubuh ini, bagi banyak orang dianggap dapat meningkatkan rasa percaya diri pemakainya. 

Namun tahukah Anda, bagaimana dan di mana Anda menyemprotkan parfum sangat berpengaruh pada keawetan wanginya? Kecenderungan menyemprotkan parfum di pergelangan  tangan dan menggosoknya, dianggap sangat buruk oleh Francis Kurkdjian, keturunan Perancis-Armenia pemilik merk parfum Francis Kurkdjian. 

Jadi bagaimana sebaiknya memakai parfum yang benar? Intip tipsnya yang dilansir dari Vogue berikut ini: 

Jangan Gosok, Semprotkan Saja

Menyemprotkan parfum ke tangan kemudian menggosoknya dan menekannya ke leher Anda, menurut Kurkdjian sangatlah buruk. Ia mengatakan, gesekan yang terjadi akibat kulit yang bergesekan telah memanaskan kulit sehingga menghasilkan enzim alami yang mengubah aroma. 

Untuk menjaga wewangian Anda tahan lama, semprotkan parfum di pergelangan tangan dengan ringan, dan biarkan cairan meresap.

Perhatikan Suhu Penyimpanan

Parfum hampir seperti organisme hidup, sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan. "Parfum jangan dipindahkan-pindahkan dari suhu dingin ke panas," kata Kurkdjian.

Perubahan suhu bisa memicu reaksi kimia tak terduga dalam bahan-bahan alami, dan karenanya membuat parfum lebih cepat  menguap atau habis. Tempat terbaik untuk menyimpan wewangian adalah kotak tempat asalnya, dan pada suhu kamar (atau 70 derajat Fahrenheit). 

Parfum Terbaik Dikemas dalam Paket Kecil

Sebotol parfum harus cepat dihabiskan. Terlalu lama menyimpan parfum, memungkinkan oksigen (musuh utama parfum) secara perlahan memecah molekul aroma dan mengubah komposisinya.

Karena itu, pilihan membeli parfum dalam botol besar, tidak dianjurkan oleh Kurkdjian, kecuali Anda membaginya ke dalam beberapa botol kecil (kisaran 1.2 hingga 2.4 mililiter) dan menyimpannya di dalam lemari es untuk mempertahankan keharumannya. 

Parfum dari Bahan Sintetis, Mengapa Tidak? 

"Orang-orang menyukai parfum dari bahan alami, tetapi tidak selalu ada," kata Kurkdjian, Catatan yang paling populer adalah musk, yang berasal dari hewan. Aroma lain, seperti peony, freesia, dan lily of the valley, tidak dapat diperoleh dengan ekstraksi alami. Oleh karena itu, untuk mendapatkan wanginya digunakan campuran molekul alami dan sintetis sejak akhir abad 19. 

Produk yang dihasilkan dari reaksi kimia dikontrol dan diuji ketat oleh organisasi kesehatan, termasuk Lembaga Penelitian Bahan Fragrance (RIFM) di AS. Untuk alasan itu, Kurkdjian mengatakan campuran minyak esensial, absolut, dan bahan-bahan buatan manusia memastikan aroma tetap memiliki kualitas yang tinggi.

Jika Ragu, Gunakan Kepala Anda (atau rambut Anda)

"Parfum tidak tahan lama pada kulit kering," kata Kurkdjian. Ia  menyarankan sebelum menggunakan parfum sebaiknya memakai body lotion tanpa aroma. Di mana parfum disemprotkan akan sangat berpengaruh. Karena itu jangan memakai di bagian-bagian yang tertutup oleh pakaian. Semprotlah parfum di pergelangan tangan, leher atau siku bagian dalam jika mengenakan blus tanpa lengan. 

Namun, jika Anda berada dalam iklim yang sangat panas, maka yang terbaik adalah tidak menyemprotkan aroma secara langsung ke tubuh Anda. "Saat Anda berkeringat, minyak alami kulit dapat menghancurkan parfum Anda lebih cepat," kata Kurkdjian. 

Ia menawarkan alternatif yang apik yaitu menyemprotkan parfum ke rambut, syal, atau sarung. “Karena benda-benda itu bergerak saat tertiup angin, dan itu membantu difusi aroma yang bisa membuat wanginya bertahan,” jelas Kurkdjian. 

 

 

 

 

 

 

(Liesl Sutrisno\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar