Hanya Indonesia yang Belum Lewati Fase Puncak Pandemi Covid19 di ASEAN

Minggu, 24/05/2020 05:56 WIB
Ilustrasi Virus Corona. (minews.id)

Ilustrasi Virus Corona. (minews.id)

Jakarta, law-justice.co - Pandemi Covid-19 di Indonesia belum menunjukkan kapan mencapai puncaknya. Hingga saat ini, angka kasus baru terus meningkat, sehingga jumlah pasien covid-19 pun terus naik.

Bahkan kini, Indonesia disebut sebagai negara terburuk di antara 11 negara anggota ASEAN. Dalam sepekan terakhir saja, angka positif Covid-19 di Indonesia naik 24,15 persen. hal itu tampak dari grafik, dimana sejumlah negara lain mengalami penurunan, Indonesia malah menanjak.

Hal ini pun menunjukkan bawha usaha Indonesia untuk mengendalaikan pandemi ini belum menemui titik terang. karena itu, sektor lain yang terimbas oleh pandemi harus mrenahan napas, karena sejumlah aturan seperti pembatasan sosial berkala besar (PSBB) tentunya belum bisa dicabut.

Seperti diketahui, angka kasus baru mencapai rekor tertinggi pada Rabu (20/5/2020) hingga Kamis (21/5/2020), pukul 12.00 WIB, angka penduduk Indonesia yang terdeteksi positif Covid-19 masih tetap tinggi, yakni 634 kasus baru pada Kamis-Jumat, dan kembali melonjak 949 kasus pada Jumat-Sabtu. Kondisi ini memprihatinkan karena terjadi saat negara-negara tetangganya mulai menunjukkan tren penurunan jumlah kasus baru harian Covid-19.

Kini jumlah kasus baru harian di Indonesia sudah melampaui Singapura, yang saat ini masih memegang rekor kasus terbanyak di Asia Tenggara dengan 30.426 kasus. Sejak 12 Mei 2020, jumlah kasus baru harian tidak pernah kurang dari 400. Pada Sabtu (23/5/2020), Indonesia melaporkan 949 kasus baru, sedangkan secara rata-rata bergerak tujuh hari, jumlah kasus baru di Indonesia berkisar pada angka 600-an.

Meski Singapura menajdi negara dengan rekor kasus di ASEAN, namun dia sudah melewati fase kritisnya.
Dan untuk negara dia ASEAN, terlihat bahwa hanya Indoensia dan Filipina yang belum melewati fase puncak pandemi covid-19. Namun, sebenarnya pertumbuhan kasus di Filipina sudah mulai melambat, karena Filipina sudah melewati fase dimana pertumbuhan kasus barunya tinggi.

Meski begitu, jumlah tersebut belum bisa menyaingi Malaysia dan Thailand. Keduanya sudah bis dikatakan sudah melewati fase puncak pandemi, sebab, kini pertumbuhan kasus harianya sudah berada di bawah angka 100.

Bahkan, Thailand kini melaporkan hanya sekitar dua atau tiga kasus, padahal saat puncak, Negeri Gajah Putih itu bisa melaporkan lebih dari 150 kasus dalam satu hari. Thailand bahkan sejak 3 Mei 2020 memperbolehkan restoran-restoran untuk dibuka kembali.

sama seperti Thailand, Myanmar juga hanya melaporkan dua atau tiga kasus secara rata-rata setiap hari. Dan jauh lebih baik lagi terjadi Vietnam.

Kini, jumlah kasus baru di Vietnam hanya bertambah satu atau dua kasus dan roda perekonomiannya mulai berjalan lagi. Atas prestasinya, WHO pun memuji langkah Vietnam yang sejak awal kemunculan pandemi covid-19, yang secara berani menutup ekonominya, membatasi pergerakan orang, dan melakukan tes dan karantina besar-besaran.

 

(Gisella Putri\Editor)
Share:



Berita Terkait

Komentar