Setelah Viral, Kasus Baku Pukul Habib Umar Assegaf Berakhir Islah

Sabtu, 23/05/2020 12:01 WIB
Setelah viral kasus baku pukul, Habib Umar dan Satpol PP Surabaya berakhir damai (Foto:Twitter/Abubakar Assegaf)

Setelah viral kasus baku pukul, Habib Umar dan Satpol PP Surabaya berakhir damai (Foto:Twitter/Abubakar Assegaf)

Jakarta, law-justice.co - Kasus baku pukul antara oknum Satpol PP dengan Habib Umar Assegaf berakhir dengan islah dan perdamaian antara keduanya. Dalam video yang diunggah di twitter, oknum Satpol PP itu mengaku bersalah dan meminta maaf telah memukul Habib Umar.

Dalam video itu juga tampak Habib Umar mendengarkan permintaan maaf dari oknum satpol PP Surabaya bernama Asmadi.

Habib Umar Assegaf asal Bangil Pasuruan, Jawa Timur (Jatim) dan Asmadi sempat cekcok di pos pemeriksaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Tol Satelit, Kota Surabaya, Rabu (20/5/2020).

Video saat Habib Umar Assegaf dan Asmadi saling adu fisik sempat tersebar viral di media sosial.

Dalam cuitan twitter, Ustaz Abu Bakar Assegaf mencuitkan, "Alhamdulillah, Proses “ISLAH” antara Habib Umar Assegaf dg oknum Satpol PP Kota Sby, telah berjalan dg lancar, penuh suasana damai&akhir yg baik. Satu sama lain saling mengakui kesalahan&saling meminta maaf & memaafkan" katanya.

 Asmadi juga diberikan hadiah umroh oleh Habib Umar Assegaf karena telah datang dan meminta maaf.

Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan seorang pria yang menggunakan gamis dan berserban putih baku pukul dengan petugas gabungan yang berjaga di check point Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB Exit Tol Satelit Surabaya, Jawa Timur viral di dunia maya.

Dalam video yang sudah viral sejak Rabu malam, 20 Mei 2020 itu, si pria bergamis itu cekcok dengan petugas karena mobil yang ditumpanginya dipaksa putar balik karena melanggar PSBB.

Awalnya dalam video seperti melansir vivanews.com, petugas gabungan menghentikan sebuah mobil sedan Toyota Camry bernomor polisi N 1 B di sebuah jalur putar balik.

Pria yang disebut-sebut Habib Umar Assegaf Bangil terlihat tidak terima karena dipaksa putar balik.

Terlihat seorang polisi coba merayu si pria bergamis agar tetap memutar balik mobilnya.

Si polisi menegur pria bergamis itu karena pengemudinya sempat tidak memakai masker dan jumlah penumpang melebihi ketentuan PSBB. Namun, pria bergamis itu tetap menolak dengan suara bernada keras.

Lalu datang petugas berseragam Satuan Polisi Pamong Praja ikut menegur. Cekcok akhirnya terjadi hingga kemudian si pria bergamis dan petugas Satpol PP adu fisik. Mobil berwarna hitam itu akhirnya putar balik.

(Tim Liputan News\Yudi Rachman)
Share:



Berita Terkait

Komentar