Sebut PSBB Berhasil, Ridwan Kamil Hanya Khawatir akan Hal Ini

Selasa, 19/05/2020 14:03 WIB
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (Bipol.co)

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (Bipol.co)

Bandung, law-justice.co - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayahnya sangat berhasil. Setidaknya, dari data korban kasus covid-19 yang baru, ada penurunan hingga setengahnya selama penerapan PSBB.

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini mnegaku sebelum PSBB ditrerapkan di Jabar, kasus baru perharinya bertambah hingga 4o kasus. Namun, setelah PSBB diterapkan kasus baru per hari hanya sampai di angka 21.

"Sebelum PSBB rata-rata kasus harian adalah 40 kasus. Setelah PSBB, rata-rata kasus harian adalah 21 kasus. Kurva melandai hampir setengahnya," tulisnya dalam akun Twitter pribadinya @ridwankamil seperti dikutip law-justice.co, Selasa (19/5/2020).

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa kasus baru yang terjadi saat ini hanya berskala lokal. Meski begitu, ada satu hal yang dikhawatirkannya dalah adanya orang tanpa gejala (OTG) yang nekat mudik ke Jawa Barat.

"Sekarang rata-rata hanya infeksi lokal yang sudah terlokalisir. Potensi gangguan adalah jika banyak OTG yang mudik berdatangan ke Jabar," tulisnya.

<blockquote class="twitter-tweet"><p lang="in" dir="ltr">Sebelum PSBB rata2 kasus harian adlh 40 kasus. Setelah PSBB, rata2 kasus harian adlh 21 kasus. Kurva melandai hampir setengahnya. Skg rata2 kasus hanya infeksi lokal yg sdh terlokalisir. Potensi gangguan adlh jika banyak OTG yg mudik berdatangan ke Jabar. <a href="https://twitter.com/hashtag/EvaluasiPSBBJabar?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#EvaluasiPSBBJabar</a> <a href="https://t.co/CZCZJk8IE1">pic.twitter.com/CZCZJk8IE1</a></p>&mdash; ridwan kamil (@ridwankamil) <a href="https://twitter.com/ridwankamil/status/1262626970891718656?ref_src=twsrc%5Etfw">May 19, 2020</a></blockquote> <script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script>

(Nikolaus Tolen\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar