Karena Rencana BPJS Ini, Rizal Ramli Sebut Indonesia Wajar Makin Rusak

Senin, 18/05/2020 19:54 WIB
Presiden Jokowi dengan Rizal Ramli (pinterpolitik)

Presiden Jokowi dengan Rizal Ramli (pinterpolitik)

Jakarta, law-justice.co - Ekonom Senior Rizal Ramli mengatakan Indonesia ke depannya pantas makin rusak. Hal itu dikatakannya setelah melihat rencana BPJS Kesehatan yang sempat membuka lowongan kerja bagi para buzzer pada Desember Tahun 2019.

Dalam persyaratannya BPJS Kesehatan menampilkan sejumlah persyaratan agar seseorang layak menjadi buzzer tersebut. Diantaranya harus memiliki 50 akun instagram dengan 500 pengikut.

Kemudian harus memiliki 50 akun Twitter dengan pengikutnya 500, dan 50 akun Facebook dengan 500 pertemanan. Hal itu seperti dicuitkan oleh akun Twitter @Ericsasono dengan menampilkan berita dari cnnindonesia.

"Pantes Republik makin rusak," cuit Rizal Ramli dalam akun Twitter pribadinya @RamliRizal seperti dikutip law-justice.co, Senin (18/5/2020).

<blockquote class="twitter-tweet"><p lang="in" dir="ltr">Pantes Republik makin rusak .. <a href="https://t.co/p4y1WedbSs">https://t.co/p4y1WedbSs</a></p>&mdash; Dr. Rizal Ramli (@RamliRizal) <a href="https://twitter.com/RamliRizal/status/1262312779253297152?ref_src=twsrc%5Etfw">May 18, 2020</a></blockquote> <script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script>

Namun, belakangan BPJS Kesehatan membatalkan program tersebut. Hal itu terjadi ketika manajemen sudah mempertimbangkannya kembali. BPJS Kesehatan sendiri membuka lowongan untuk posisi buzzer pada Kamis (26/12) sampai Selasa (31/12).

 

(Gisella Putri\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar