Kasus Kekerasan Seksual Alumni UII

Penegakan Hukum Harus Berbasis Perlindungan Korban

Minggu, 17/05/2020 20:00 WIB
Ilustrasi Pelecehan Seksual (Fajar)

Ilustrasi Pelecehan Seksual (Fajar)

law-justice.co - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta menerima 30 pengaduan korban kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh Ibrahim Malik (IM), seorang alumni Arsitektur Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, mahasiswa berprestasi penerima Australia Awards Scholarship (AAS) dan sedang menempuh program magister di Universitas Melbourne, Australia. Koalisi Masyarakat Sipil mendesak kasus ini diusut tuntas dengan berpegang teguh pada asas-asas perlindungan korban.

"Korban ketakutan bersuara dan khawatir terkena pasal pencemaran nama baik, seperti kasus Baiq Nuril. Jika upaya pengungkapan kejahatan ini dibalas dengan pidana terhadap korban, seluruh korban ditempatkan pada posisi yang semakin rentan," demikian bunyi siaran pers Koalisi Masyarakat Sipil seperti diterima redaksi, Minggu (17/5/2020).

Kondisi para pelapor semakin rentan mengingat terduga pelaku adalah mahasiswa yang aktif terlibat dalam sejumlah kegiatan keagamaan dan sering diundang sebagai penceramah di masjid-masjid. Terduga pelaku juga tergolong sebagai seorang motivator keagamaan.

Sebagai negara yang sudah meratifikasi Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan, Indonesia terikat pada kewajiban untuk melakukan langkah-langkah yang sistemik untuk penghapusan kekerasan terhadap perempuan, termasuk kekerasan seksual. Mengingat banyak modus-modus kekerasan seksual yang belum ada dalam hukum pidana Indonesia dalam memberikan perlindungan pada korban, Koalisi mendesak agar RUU Penghapusan Kekerasan Seksual segera disahkan.

"Kami menuntut pengutamaan keadilan, perlindungan dan pemulihan bagi korban dan pendamping. Langkah perlawanan korban bisa kemudian berbalik reviktimisasi terhadap korban, seperti kasus-kasus kekerasan seksual lainnya."

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat UII Ratna Permata Sari menegaskan, pihaknya tidak akan menoleransi segala bentuk tindakan kekerasan dan pelecehan seksual. Ia berjanji akan menindaklanjuti setiap pelaporan yang masuk ke pihak kampus.

"UII menganggap serius kasus ini dan menindaklanjuti dengan membentuk tim pencari fakta dan tim untuk mendampingi korban atau penyintas secara psikologis.Sejak 2016, IM telah berstatus sebagai alumnus yang tidak dapat bertindak mewakili atau mengatasnamakan UII. UII mendorong IM untuk dapat menunjukkan iktikad baik dengan bersikap kooperatif," kata Ratna melalui keterangan Pers yang diterima wartawan.

 

Lembaga yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil:

1. API Kartini
2. Asosiasi APIK
3. Dike Nomia Institute
4. Dike Nomia Law Firm
5. Institut KAPAL Perempuan
6. Institut Perempuan
7. Hollaback Jakarta
8. INAATA Mutiara Maluku
9. INFID
10. Jaringan Perempuan Borneo
11. Jaringan Perempuan Yogyakarta
12. Kalyanamitra
13. KePPaK Perempuan (Kelompok Peduli Penghapusan Tindak Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak)
14. KPKB
15. KPS2K (Kelompok Perempuan dan Sumber-Sumber Kehidupan) Surabaya
16. Koalisi Anti Kekerasan Seksual Jayapura
17. Koalisi Perempuan Indonesia
18. KONTRAS
19. LBH APIK Jakarta
20. Lembaga Partisipasi Perempuan (LP2)
21. Lingkar Studi Feminis Tangerang
22. LPSDM (Lembaga Pengembangan Sumberdaya Mitra), NTB
23. Migrant Care
24. Negeriku Indonesia Jaya- Biro Hukum, Perempuan dan Anak
25. Pasah Kahanjak
26. PBT (Pambangking Batang Tarandam) Padang
27. Perkumpulan Lintas Feminis Jakarta
28. Perkumpulan Pendidikan Pendampingan bagi Perempuan dan Maayarakt (PP3M)
29. Pondok Pergerakan, Kupang
30. Peruati, Banjarmasin, Kalimantan Selatan
31. PWAG Indonesia
32. Rumah Faye
33. Samsara
34. SAPDA
35. Seperti Pagi Foundation
36. Solidaritas Perempuan
37. WALHI
38. Warta Feminis
39. WCC Palembang
40. Women Research Institute (WRI)
41. Yayasan Amalshakira
42. YLBHI
43. Yayasan IPAS Indonesia
44. YKPM (Yayasan Kajian dan Pemberdayaan Masyarakat) Makassar
45. Yayasan PUPA Bengkulu
46. Yayasan Rahim Bumi, Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan

(Januardi Husin\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar