Kader PDIP Penyuap Wahyu Setiawan: Tiap Komisioner Dijatah Rp100 Juta!

Jum'at, 15/05/2020 07:35 WIB
Saeful Bahri yang merupakan staf Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto/Repro (rmol.id)

Saeful Bahri yang merupakan staf Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto/Repro (rmol.id)

Jakarta, law-justice.co - Kader PDI Perjuangan yang menjadi terdakwa kasus suap anggota Komisi Pemilihan Umum Wahyu Setiawan, Saeful Bahri memastikan menawarkan uang operasional sebanyak Rp 750 juta untuk mengurus penetapan Harun Masiku menjadi anggota DPR.

Kata dia, awalnya ada dugaan Wahyu lah yang akan mendistribusikan uang itu Rp 100 juta ke tiap komisioner KPU.

"Ada permintaan dari Pak Wahyu secara tidak langsung dari Pak Wahyu yang menghendaki adanya dana operasional, namun tidak disebutkan nominalnya," kata Saeful membacakan pleidoi dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis, 14 Mei 2020 seperti melansir Tempo.co.

Menurut Saeful yang hadir secara virtual melalui televisi di ruang sidang itu, tawaran uang operasional itu bermula dari upaya partainya agar KPU menetapkan Harun Masiku menjadi anggota DPR menggantikan Nazarudin Kiemas yang meninggal.

Nazarudin merupakan caleg PDIP yang memperoleh suara terbanyak di Daerah Pemilihan I Sumatera Selatan.

Kata dia, partainya beberapa kali mengirimkan surat permohonan itu kepada KPU dengan melampirkan putusan Mahkamah Agung tentang kewenangan partai untuk menunjuk anggota DPR.

Namun KPU berkukuh menunjuk Riezky Aprilia, caleg PDIP dengan perolehan suara terbanyak kedua di daerah pemilihan Sumatera Selatan I untuk menggantikan Nazarudin. KPU menganggap permintaan PDIP tak sesuai aturan.

Kemudian Saeful ditugaskan PDIP untuk mengurus upaya penetapan Harun Masiku ini menghubungi orang dekat Wahyu, Agustiani Tio Fridelina karena melihat tidak ada perkembangan.

Ia mengatakan, Tio menyampaikan ada permintaan dana operasional secara tidak langsung dari Wahyu.

Saeful kemudian menawarkan uang operasional sebanyak Rp 750 juta dengan perhitungan masing-masing komisioner Rp 100 juta. Sebanyak Rp 50 juta akan diberikan ke Tio sebagai perantara.

"Angka yang menurut saya masih berada dalam tingkatan wajar sebagai hadiah ucapan terima kasih," kata dia.

Dalam surat dakwaan, jaksa KPK menyatakan uang operasional yang disepakat akhirnya sebesar Rp 1 miliar. Saeful telah menyerahkan senilai Rp 600 juta kepada Wahyu dalam dua kali transaksi. Atas perbuatannya itu, jaksa menuntut Saeful dihukum 2 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 150 juta subsider 6 bulan kurungan.

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar