Claus Wamafma, Main Bola Supaya Bisa Hidup Saat Kuliah

Minggu, 10/05/2020 22:30 WIB
Direktur Freeport Claus Wamafma (Bisnis)

Direktur Freeport Claus Wamafma (Bisnis)

law-justice.co - Claus Oscar Ronald Wamafma menjadi putra asli Papua pertama yang menempati posisi penting di PT Freeport Indonesia. Ia  diangkat  sebagai direktur oleh Menteri BUMN Erick Thohir pada awal Februari 2020.

Lahir di Manokwari, 23 Juni 1973, Claus menempuh pendidikan hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Fakfak.  Ia lalu melanjutkan ke Sekolah Menengah Atas (SMA) 2 di Jayapura.

Berhasil mendapatkan beasiswa ke jenjang yang lebih tinggi, Claus diterima di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1998. "Saat itu ada program perguruan tinggi negeri, ada pemerataan. Dari Papua diseleksi, dikirim ke ITB. Itu beasiswa dari pemerintah. Butuh banyak penyesuaian untuk menyelesaikan studi di ITB,” ujarnya seperti dikutip Bisnis.com, Minggu,  (10/5/2020).

Menurut Claus, untuk menyelesaikan gelar sarjananya tidak mudah. Pasalnya, dia beserta enam orang lainnya yang dikirim ke ITB, selain belajar juga harus berjuang untuk mencukupi kebutuhan hidup selama di Bandung.

Tidak jarang, Claus harus menjadi striker sepak bola untuk mendukung sebuah tim yang membutuhkan keahliannya menaklukan si kulit bundar. “Main bola ke mana-mana, Yogyakarta, Jakarta, sekalian cari duit. Ada bayaran kan. Kami di asrama memang tidak bayar. Tapi uang makan  cari sendiri. Saya lulus 5,5 tahun. Teman-teman bilang, kuliahnya main bola, ekskulnya di kelas. Kebalik dan aneh. Main bola terus, malah lulus,” kenang Claus.

Keahliannya bermain bola ternyata tidak hanya diandalkan untuk mencukupi kebutuhannya selama di asrama. Sebagai perantauan, Claus mengaku ada sedikit kesulitan untuk beradaptasi dengan mahasiswa yang berasal dari daerah lain. Untuk itu, Claus menggunakan sepak bola sebagai bahan pendekatan dengan teman-temannya di asrama.

“Main bola ngakalin biar gaul saja. Mau gaul itu kan tidak bisa serta merta, harus ada kecocokan seperti minat yang sama. Saya lihat main bola itu bisa bypass psikologi tadi,” katanya.

Setelah studinya di ITB selesai, Claus kembali ke Papua untuk memanfaatkan ilmunya. Namun, jalannya mencari pekerjaan tidak berjalan mulus. Ia butuh waktu yang lama untuk mendapatkannya. “Selama 1,5 tahun cuma muter-muter cari kerja,” ujarnya.

Perjuangannya akhirnya membuahkan hasil. Claus diterima di PT Freeport Indonesia sebagai General Superintendent – Warehouse pada April 2008. Tugasnya saat itu, bertanggung jawab untuk mengembangkan pergudangan dan distribusi untuk mendukung operasional tambang.

Tiga tahun berselang, karirnya mulai bergerak naik. Claus diangkat sebagai Manager Warehouse Management pada 2011. Dia mengemban tugas tersebut selama delapan tahun, mengelola gudang operasional dengan lebih dari 120.000 item dengan nilai persediaan lebih dari US$350 juta.

Dari situ, ia kemudian diangkat sebagai Vice President of Community Development sejak 2014 hingga berhasil mencapai puncak karirnya di Freeport, sebagai salah seorang direktur, setelah mengabdi di perusahaan tersebut selama lebih dari 20 tahun.

Claus menjelaskan, saat ini dirinya ditugaskan untuk mengurusi operasional perusahaan yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat. Hal ini sejalan dengan tugasnya di posisi sebelumnya, yakni sebagai Senior Vice President Social Responsibility and Community Development Freeport Indonesia.

"Saat ini rules-nya masih sama, saya masih jalankan di bidang pemberdayaan masyarakat, community developmentnya PTFI," kata Claus.

Menurutnya, masih banyak masyarakat asli Papua yang berpotensi untuk mengisi jabatan yang strategis di Freeport. Hal ini dibuktikan dengan hadirnya pekerja di tingkat manajer hingga eksekutif yang berasal dari Papua.

“Saya optimistis melihat ke depan itu akan banyak sekali generasi muda Papua yang siap untuk masuk di banyak posisi penting. Tidak hanya di Papua saja, tapi sampai ke tingkat nasional. Tentu tidak instan prosesnya. Menjalani proses itu sesuatu, saya sih menikmati,” tutup Claus. (Dari berbagai sumber)

 

(Ricardo Ronald\Editor)
Share:



Berita Terkait

Komentar