AS Akui Bunuh Warga Sipil di 4 Negara Ini, Terbanyak di Afghanistan

Kamis, 07/05/2020 21:12 WIB
Tentara AS (ayobandung)

Tentara AS (ayobandung)

Jakarta, law-justice.co - Pentagon mengakui bahwa operasi militer Amerika Serikat di sejumlah negara telah menyebabkan tewasnya warga sipil. Tahun lalu saja, lebih dari 130 warga sipil tewas gegara aksi militer AS.

"Kami memperkirakan 132 warga sipil tewas dan 91 terluka akibat operasi militer AS pada 2019 di Irak, Suriah, Afghanistan dan Somalia," tulis Pentagon dalam laporan tahunan kepada Kongres AS, Rabu (6/5/2020).

Jumlah korban sipil terbanyak ada di Afghanistan dengan 108 kematian dan 75 luka-luka. Di Irak dan Syria, militer AS merenggut nyawa 22 warga sipil.

Sementara di Somalia, tentara Paman Sam membunuh dua warga sipil dan melukai tiga lainnya. "Kami tidak menemukan korban sipil akibat operasi militer AS di Yaman dan Libya," klaim Pentagon.

Angka-angka dari Pentagon tersebut jauh lebih kecil ketimbang yang dilaporkan organisasi HAM. Menurut Airwars, di Syria saja, operasi militer AS dan sekutunya bertanggung jawab atas kematian 465 hingga 1.113 warga sipil.

"Langkah Departemen Pertahanan menyerahkan laporan tahun ini menandai sebuah kemajuan dalam transparansi operasi militer AS," ujar Daphne Eviatar dari Amnesty International.

"Meski begitu, isi laporan tersebut menunjukkan bahwa Pentagon masih mengecilkan korban sipil," tutupnya. (jpnn)

 

(Nikolaus Tolen\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar