Modus Terduga Pelaku Penipuan Paket Sembako Rp 2 Miliar

Rabu, 06/05/2020 05:30 WIB
Ilustrasi toko sembako (Foto: Kontras-bima.com)

Ilustrasi toko sembako (Foto: Kontras-bima.com)

law-justice.co - Sejumlah masyarakat kembali mendatangi Mapolda Sumatera Selatan atas kasus penipuan bermodus paket sembako murah di Palembang. Warga tersebut menerangkan jika terlapor yang berjenis kelamin perempuan dengan inisian N itu ternyata banyak memiliki dokumen palsu, diduga untuk mengelabui korbannya.

Hal ini diketahui saat korban mendatangi rumah kontrakan terlapor di Jalan Gresik Sekip Tengah, Kecamatan Kemuning dan menemukan koper yang diduga akan dibawa terlapor untuk kabur. Setelah dibuka oleh korban, banyak dokumen-dokumen yang diketahui palsu seperti KK, fotokopi KTP, buku nikah, serta rekening yang bukan atas nama terlapor.

Tiga buah KK yang disimpan terlapor berbeda-beda, bahkan ada KK yang namanya dihapus dan diganti oleh terlapor. Selain itu juga buku nikah yang didapati tersebut ternyata bukanlah buku nikah terlapor, melainkan buku nikah atas nama kakak terlapor.

"Kartu keluarga tiga unit berbeda-beda, fotocopy KTP, buku nikah tersebut rupanya punya kakaknya, rekening bank atas nama Rike Fitrianingrum, serta kartu dari leasing atas nama Supriatin. Itu kami dapat dari koper di rumah dia, mungkin akan dibawa kabur," kata salah seorang korban, seperti dilansir dari laman Sripoku.com, Senin (4/5/2020).

Hingga saat ini, terlapor belum diketahui keberadaannya. Diberitakan sebelumnya sebanyak 30 orang mendatangi Mapolda Sumsel untuk melaporkan tindak pidana penipuan bermodus sembako murah.

Korban yang tergiur akan sembako murah yang ditawarkan pelaku kemudian memesan dalam jumlah banyak. Adapun sembako murah yang ditawarkan pelaku yakni 10 kg Beras, 2 liter minyak goreng, 2 kg gula, 1 kg gandum dan mie 10 bungkus.

Paket sembako tersebut dijual pelaku senilai 100rb kepada korbannya. Total kerugian yang dialami korban penipuan ini yakni hingga Rp 2 miliar.

(Lili Handayani\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar