Akan Sangat Menyakitkan Jika Liverpool Gagal Juara Liga Inggris

Selasa, 05/05/2020 21:45 WIB
Pelatih Liverpool Jurgen Klopp (Foto: Liverpool FC)

Pelatih Liverpool Jurgen Klopp (Foto: Liverpool FC)

law-justice.co - Keputusan tentang masa depan Premier League sedang tidak jelas setelah hampir dua bulan kompetisi dihentikan karena adanya wabah Virus Corona. Hingga kini belum ada keputusan apakah kompetisi akan dilanjutkan atau dihentikan. Liverpool menjadi klub yang paling was-was menanti keputusan tersebut.

Bagaimana tidak? Butuh waktu 30 tahun untuk The Reds menunggu datangnya kesempatan emas mengangkat trofi paling bergengsi di Negeri Ratu Elizabeth itu.

Kini pasukan Jurgen Klopp terpaut 25 poin dari pesaing terdekat, Manchester City. Secara matematis, mereka hanya perlu 6 poin untuk meastikan gelar juara.

Penyerang Liverpool Divock Origi mengaku khawatir jika timnya gagal dinobatkan sebagai juara. Kesempatan emas itu akan hilang mengingat ketatnya kompetisi di Inggris. Dua musim terakhir, Manchester City mendominasi, tapi musim ini mulai bisa dikudeta.

"Saat ini situasinya tidak menentu di Inggris, kami bahkan belum berlatih dalam kelompok kecil. Akan sangat menyakitkan jika kami gagal meraih gelar juara itu," kata Origi kepada Mirror.

"Tapi kami masih belum kehilangan harapan," imbuhnya.

Trofi Premier League bisa dibilang sudah pasti milik Liverpool. Sepanjang musim ini, Liverpool baru sekali mersakan kekalahan. Bahkan Manchester City sudah lempar handuk untuk mengejar ketertinggalan poin.

Sayangnya, kompetisi keburu dihentikan demi menangkal persebaran COVID-19. Semua negara di dunia melakukan hal serupa. Para pemegang saham Premier League baru saja melakukan Rapat Umum, namun belum memutuskan apa-apa terkait masa depan kompetisi.

Kapten Tottenham Hotspur Hugo Lloris pun ikut angkat suara tentang masa depan gelar juara Premier League. Ia memastikan bahwa semua pemain pada dasarnya ingin agar kompetisi tetap dilanjutkan.

"Kami berada dalam kondisi ketika semua orang ingin musim dituntaskan dan semuanya ditentukan di lapangan," ujar Lloris kepada L`Equipe.

"Mengenaskan rasanya jika musim berhenti begitu saja ketika masih ada sembilan pertandingan tersisa. Ini tentu akan sangat kejam untuk Liverpool mengingat keunggulan mereka di puncak klasemen. mMereka hampir pasti jadi juara," sambungnya.

Opsi terbaik yang mungkin diambil adalah menyelesaikan sisa pertandingan tanpa adanay penonton. Namun keputusan itu masih harus mendengarkan pendapat para tenaga medis.

Di Eropa, baru dua Liga yang sudah memastikan untuk menghentikan kompetisi mereka, yaitu Liga Belanda dan Liga Prancis. Paris Saint Germain dinobatkan sebagai juara Liga Prancis karena memimpin klasemen sementara. Sayangnya, Liga Belanda memutuskan tidak memberikan gelar juara kepada Ajax Amsterdam walaupun tim tersebut sudah unggul 8 poin dari pesaing terdekat.

 

(Januardi Husin\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar