BI Terus Intervensi Nilai Rupiah,Prediksi Minggu Depan per Dollar US$?

Minggu, 12/04/2020 00:01 WIB
Ilustrasi Nilai Tukar Dollar Amerika Terhadap Rupiah (Ist)

Ilustrasi Nilai Tukar Dollar Amerika Terhadap Rupiah (Ist)

Jakarta, law-justice.co - Kurs rupiah makin menunjukkan tenaganya pekan ini setelah ditopang oleh intervensi Bank Indonesia (BI). Pada Kamis (9/4), kurs rupiah menutup perdagangan dengan gemilang, dengan penguatan 2,27% dari hari sebelumnya ke Rp 15.880 per dollar Amerika Serikat (AS).

Dengan begitu, sejak akhir pekan lalu, kurs spot rupiah sudah menguat 3,35%. Kinerja positif rupiah juga terlihat di kurs tengah Bank Indonesia. Sepekan terakhir, kurs JISDOR menguat 1,35% ke level Rp 16.241.

Analis Monex Investindo Futures Faisyal menyebutkan, para pelaku pasar tengah bergairah dan kembali melirik aset berisiko. "Ini imbas berbagai faktor, mulai dari banyak negara yang tengah mengkaji mencabut lockdown, AS yang masih akan jorjoran memberikan stimulus, hingga optimisme pasar jelang pertemuan OPEC+ yang diperkirakan akan mengurangi produksi," ujar Faisyal kepada Kontan, Kamis (9/4).

Adanya langkah-langkah intervensi yang dilakukan BI berhasil menopang kinerja positif rupiah. Sementara Head of Economics Research Pefindo Fikri C. Permana melihat, hasil penerbitan pandemic bond oleh pemerintah mulai mengalir ke Indonesia. Kondisi ini memperkuat posisi kurs rupiah.

Kedua analis memperkirakan, kurs rupiah masih memiliki potensi kembali terapresiasi pada pekan depan. Kurs rupiah akan menguat jika pertemuan OPEC berjalan lancar dan sepakat memangkas jumlah produksi. Kondisi ini akan menjadi katalis positif bagi rupiah.

Faisyal memperkirakan pekan depan rupiah akan bergerak pada rentang Rp 15.600-Rp 16.600 per dollar AS. Pertanyaannya adalah sampai kapan BI bisa terus kuat melakukan intervensi yang menguras tabungan negara yang sudah habis terpakai puluhan triliun rupiah.

(Warta Wartawati\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar