Begini Pesan Habib Ahmad bin Novel untuk Menyikapi Wabah Corona

Sabtu, 04/04/2020 06:38 WIB
Habib Ahmad Bin Novel Salim Jindan (kiri) (islami)

Habib Ahmad Bin Novel Salim Jindan (kiri) (islami)

Tangerang, law-justice.co - Pengasuh Yayasan Al Hawthah Al Jindaniyah Al-Habib Ahmad bin Novel Salim Jindan menyampaikan nasihat terkait musibah Corona saat pengajian rutin malam Jumat di Ponpes Al-Fachriyah Ciledug Tangerang (2/4/2020).

"Di saat seperti ini penting menititikberatkan kasih sayang. Inilah fondasi yang ditanamkan guru kami. Dahulu kakek kami, Al-Habib Salim bin Jindan tahun 1837 berziarah ke Hadhramaut (Yaman), beliau memegang makam Syekh Ali Barash dan menyampaikan fondasi rahmah dan kasih sayang," kata Habib Ahmad dalam pengajian bertema "Menyikapi Musibah dengan Bertaubat dan Berbagi".

Habib Ahmad mengemukakan, orang-orang yang memiliki jiwa kasih sayang akan dikasihi Allah Ta`ala. Maka Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wa sallam berpesan tebarkanlah kasih sayang, nanti Allah Ta`ala akan mencurahkan kasih sayang-Nya.

"Ketika Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wa sallam mengatakan saya takut keburukan menimpa diri saya, maka Sayyidah Khadijah radhiallahu `anha mengatakan tidak mungkin keburukan menimpa engkau. Sayyidah Khadijah mengatakan hidupmu selalu menyambung tali silaturrahim, memikul kesusahan orang lain, selalu menjamu tamu. Ketika terjadi bencana, engkau yang paling sibuk memberikan bantuan," kata Habib Ahmad.

Itulah sifat Rasulullah yang digarisbawahi oleh Sayyidah Khadijah. Padahal saat itu beliau belum jadi Rasul. Siapa yang disambung tali silaturrahim oleh Nabi Muhammad? Mereka adalah kaum musyrikin. Nabi Muhammad memikul beban kaum musyrikin. Ketika terjadi bencana, beliau SAW yang paling cepat membantu kaum musyrikin.

"Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin." (QS At-Taubah: 128)

Dalam menebar kasih sayang dan menebar kebaikan jangan pandang bulu. Jadilah manusia emas, tunjukkan keindahan Islam dengan memberikan bantuan dan menebar kasih sayang. Insya Allah keberkahan Allah Ta`ala akan melingkupi semuanya.

"Ada kawan saya di rumah sakit bercerita dia pakai alat pelindung diri dari jam 2 sampai jam 9 malam. Terakhir saya ingin sampaikan kita doakan mereka yang terkena penyakit, dan juga yang memberi bantuan baik itu petugas medis, dokter dan perawat. Mereka inilah pejuang sejati. Kita doakan semoga Allah Ta`ala menjaga mereka," tutur Habib yang juga murid ulama besar Yaman Habib Umar bin Hafiz.

Di akhir tausiyahnya, Habib Ahmad berdoa agar Allah Ta`ala memberi kesabaran dan mengangkat musibah penyakit ini. Beliau juga berharap agar semua pihak ikut andil memberikan bantuan terhadap musibah penyakit ini.

Dalam pengajian malam Jumat itu hadir beberapa ulama di antaranya Al-Habib Jindan bin Novel Salim Jindan (Pimpinan Yayasan Al-Fachriyah); Al-Habib Alawi bin Abdullah Alaydrus (Ulama dari Tarim Hadhramaut, Yaman), Al Habib Muhammad bin Husein (Ulama dari Tarim Hadhramaut, Yaman); Syekh Dr Yasir Asy-Syuhairi (Ulama dari Tarim Hadhramaut, Yaman); Al-Habib Alwi bin Ahmad bin Syahab (Pimpinan Yayasan Al-Fathimiyyah); KH Ruhuddin (Dewan Guru Yayasan Al-Fachriyah); Ustadz Khodir Ridwan (Dewan Guru Yayasan Al-Fachriyah); KH Bustomi (pendakwah); dan para asatiz lainnya.(Sindonews)

 

 

(Gisella Putri\Editor)
Share:



Berita Terkait

Komentar