Erick Thohir Kurangi Jumlah Anak Usaha BUMN, Apa Saja?

Jum'at, 03/04/2020 17:47 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Breakingnews)

Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Breakingnews)

law-justice.co - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan telah melaksanakan rasionalisasi dan konsolidasi anak usaha BUMN. Hal ini dilakukan karena sebelumnya banyak anak usaha BUMN yang memiliki kesamaan portofolio dan kurang optimal memberikan nilai tambah bagi perusahaan induk.

"Rasionalisasi dan konsolidasi ini diharapkan dapat menghasilkan peningkatan efektivitas operasional dan tata kelola bisnis yang optimal guna memberikan nilai tambah bagi Negara," ujar Erick Thohir, dalam tele conference dengan wartawan, di Jakarta, Jumat (3/4/2020.

Erick menambahkan jika proses rasionalisasi tersebut sudah melalui kajian yang panjang terlebih dulu. Proses penyederhanaan itu juga telah dilakukan sejak akhir 2019 hingga saat ini.Menteri BUMN menekankan kepada perusahaan plat merah agar meminimalisir pengurangan jumlah Sumber Daya Manusia (SDM).

Untuk itu, masing-masing BUMN telah menyiapkan strategi dan skenario rasionalisasi dan konsolidasi terhadap karyawan, antara lain melalui optimalisasi dan alih tugas antar anak perusahaan maupun dengan perusahaan induk.

"Kita akan terus berkoordinasi dengan masing-masing BUMN guna memastikan bahwa proses ini dijalankan dengan berpedoman pada Undang-Undang Ketenagakerjaan serta peraturan lain yang berlaku," tambah Menteri BUMN.

Erick menyampaikan, beberapa BUMN yang akan dan sedang melakukan rasionalisasi dan konsolidasi yang pertama ialah pertamina.

“Saat ini, Pertamina memiliki 25 perusahaan yang non aktif dan siap untuk dilakukan rasionalisasi. Dari 25 perusahaan tersebut, 4 perusahaan sudah berstatus Dalam Likuidasi (DL), 3 perusahaan diusulkan untuk likuidasi, dan 1 perusahaan diusulkan untuk divestasi,” terangnya.

Sehingga, lanjut dia, dalam jangka pendek pada tahun 2020 akan ada rasionalisasi sejumlah 8 perusahaan. Proses rasionalisasi ini akan terus berlanjut setelah tahun 2020.

Yang kedua ialah Telkom Indonesia. Telkom akan melakukan konsolidasi terhadap 20 anak perusahaan yang memiliki kesamaan portofolio ataupun yang saat ini masih kurang optimal dalam memberikan nilai tambah menuju digital telco, dimana akan dilaksanakan secara bertahap hingga tahun 2021

Lalu, Garuda Indonesia. Saat ini perusahaan transportasi udara tersebut juga sedang melakukan refocusing back to core business.

“Oleh karena itu, Garuda akan merasionalisasi 6 (enam) cucu perusahaan yang operasionalnya belum optimal dalam memberikan return dan nilai tambah bagi Garuda Indonesia Grup,” tutupnya.

(Lili Handayani\Editor)
Share:



Berita Terkait

Komentar