Kivlan Zen

Virus Corona dan Proxy War

Jum'at, 03/04/2020 12:11 WIB
Trump dan Xi Jinping. (Bloomberg)

Trump dan Xi Jinping. (Bloomberg)

Jakarta, law-justice.co - Perang Asimetris dan proxy war sudah dimulai oleh People Republic of China.

Perang konvensional adalah adalah perang yang saling berhadapan dengan balatentara dua pihak antar negara atau koalisi beberapa negara dengan kekuatan darat, laut dan udara saat ini, memakai teknologi dan persenjataan apapun, sehingga dapat mengalahkan satu pihak sehingga tunduk dibawah perintah pihak lain untuk penguasaan sumberdaya dan sistem kehidupan. 

Perang konvensional ini telah terjadi pada masa lalu abad sebelum masehi sampai sekarang di timur tengah dan persiapan perang lainnya antara grup negara tanpa melihat latar belakang ideologi individualis-liberalis dengan komunis-sosialis. Seperti Cina, Rusia, Iran, Korea Utara cs berhadapan dengan Amerika Serikat dan Eropa blok nato cs.

Saat ini perang Asimetris adalah perang tidak berbentuk yang saling berhadapan balatentara saja, tetapi kekuatan ekonomi, cyber, teknologi artifisial, termasuk ruang angkasa yang di topang oleh kekuatan konvensional balatentara darat, laut, udara yang super canggih, yang ujungnya kemenangan akhir tetap juga ditentukan bayonet terakhir yang nancap di dada lawan dan hancurnya suprastruktur negara lawan.

Proxy war adalah cara kerja dari perang asimetris tersebut melalui kehancuran ekonomi lawan dengan cara penyebaran Virus corona (covid 19).

Mari simak! Kekuatan utama yang saling berhadapan dari sejak perang dunia ke 2 tahun 40-an, perang dingin tahun 50- an sampai dengan tahun 80-an blok komunis dipimpin oleh Russia dan Cina dan blok individualis liberal dengan ekonomi kapitalis dipimpin Amerika Serikat dan Eropa Barat.

Perang ini dimenangkan oleh blok individualis tahun 91 dengan hancurnya negara komunis di Eropa hingga sumber daya dan kehidupan dikuasai oleh blok individualis sampai saat ini.

Cina yang komunis centralistis diktator merobah ekonomi dari ekonomi pimpinan BUMN menjadi kapitalis individualis dibantu oleh perantauan terutama dari Asia tenggara khususnya Indonesia, menjadi kekuatan utama ekonomi dunia, didukung oleh Russia yang berobah dari komunis ke liberalis kapitalis tetapi tetap centralistis, tetapi ekonomi seperti eropa.

Maka untuk loncat mengalahkan Amerika dan Eropa Barat-Nato, selangkah lagi dalam waktu cepat adalah proxy war CORONA bung! Kenapa? Donald Trump perang dagang maka Cina mulai LOYO.

Tetapi keluar epedemi corona di Wuhan dan Hubei pusat industri dan penelitian penyakit dan biologi, tetapi tidak menjalar ke seantero daratan Cina dari kedua tempat hanya korban 10 ribuan dan meninggal 3 ribuan saja, padahal saat tersebut sedang ada mobilitas besar manusia saat tahun baru Cina Imlek. Kemudian dengan cepat daerah tersebut diisolasi .

Rumah sakit massal dibangun di Wuhan dalam tempo 10 hari, mobilitas perlengkapan RS dalam 1 hari sudah terpasang dari pusat kesehatan tentara pembebasan rakyat termasuk obat dan alat pelindung diri aparat kesehatan perawat dan dokter tentara tanpa terdengar korban kecuali dokter sipil pada awal wabah saja.

Apa kata Xi Jin Ping? kami pasti kalahkan Corona pada bulan maret. Nah benar toh? kok ia berkata pasti tahu hanya 2 bulan saja? Pasti sudah disiapkan kan semua skenario tersebut  dengan latihan awal nya seperti persiapan perang.

Sekarang corona mulai hilang di Wuhan hanya dalam 2 bulan tanpa kepanikan di seluruh Cina, kemudian isolasi sudah di buka mobilitas manusia dan logistik mulai bergeliat lagi, ekonomi domestik hidup lagi tak lama lagi Cina akan ambil alih saham diseluruh dunia karena masih punya cadangan divisa sebesar 5.000.000.000.000 dolar USD. 

Sementara itu di Amerika dan Eropa utamanya Italia, Spanyol, Perancis, Jerman, Inggris tempat kekuatan ekonomi eropa barat corona sudah menelan korban 3 x lipat dibandingkan korban di Cina dan isolasi dilakukan terlambat, menyebabkan resesi ekonomi di negara tersebut, karena aksi penanggulangan virus corona dan pengobatan nya tidak secepat di Cina.

Mereka tidak tahu ada perang asimetris dan proxy war lewat corona ini karena sifat individualis dan liberalis bukan centralistis.

Ekonomi Amerika dan Eropa Barat-Nato lumpuh. Maka Cina yang komunis dan Russia yang centralistis berhasil balas dendam atas kekalahannya pd th 80 an saat komunis didunia rontok oleh negara individualis-liberalis -kapitalis.

*WASPADA INDONESIA DAN ASIA TENGGARA DARI TERKAMAN TIRAI BAMBU YANG MENJEPIT SAKIT ATAU EXPANSI TERUSAN KUBLAI KHAN?🐲🐲 BAIK AMERIKA CS/ EROPA BARAT/ NATO ATAU CINA DAN RUSSIA PASTI MAU KENDALIKAN DUNIA ( hegemoni)  INDONESIA MENDAYUNG DIANTARA 2 GELOMBANG BESAR PERLU NAKHODA YANG HANDAL DAN AWAK YANG TERAMPIL SERTA PENUMPANG YANG TIDAK PANIK DAN BEKERJASAMA.

(Tim Liputan News\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar