Kenapa Publik Pertanyakan Kesembuhan Pangeran Charles dari Covid-19?

Rabu, 01/04/2020 19:29 WIB
Pangeran Charles (Kompas)

Pangeran Charles (Kompas)

Jakarta, law-justice.co - Kabar Pangeran Charles terinfeksi Covid-19 beberapa waktu lalu mengejutkan banyak orang. Dan kini ketika pihak istana mengumumkan kesembuhannya, masyarakat kembali terkejut. Pasalnya, Pangeran Charles dinyatakan sembuh dari Covid-19 hanya dalam waktu 5 hari.

Hal ini pun memicu perdebatan di kalangan warganet, ada yang tidak percaya, ada pula yang menganggap Pangeran Charles mengonsumsi obat khusus. Benarkah demikian?

Ketua Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI) dr. Adib Khumaidi, SpOT mengatakan jika hingga saat ini belum ada satu pun obat spesifik yang bisa menyembuhkan Covid-19.

"Oh itu belum (ada obatnya) sampai sekarang belum terbukti itu. Belum ada obat spesifik untuk Covid-19," ujar dr. Adib.

Ia mengatakan yang lebih meningkatkan kesembuhan adalah deteksi dini. Misalnya saat gejalanya masih ringan langsung ditangani dengan maksimal, apalagi di usia yang tidak muda lagi seperti Pangeran Charles yang berusia 71 tahun.

"Tapi itu tadi ketahuan positif, tapi belum ada keluhan apa-apa. Tidak semua yang Covid-19 positif itu kemudian menimbulkan keluhan. Makanya ada gejala ringan sampai asimtomatik yang tidak gejala itu sekitar 10 persen. Artinya kalau sudah deteksi dini dari awal, artinya tidak ada berdampak pada tubuhnya," paparnya.

Dua faktor terpenting lainnya, apakah orang yang lansia itu memiliki penyakit penyerta yang dapat memperburuk infeksi Covid-19? Faktor lainnya ialah gaya hidup, yang bisa saja memang orang itu menerapkan pola hidup sehat.

"Banyak faktornya (kesembuhan), pertama oke usia, tapi apakah ada penyakit penyerta atau tidak. Kan harus didentifikasi dulu. Kedua, gaya hidup," ungkapnya.(suara.com)

 

(Gisella Putri\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar