Kapan Vaksin Corona Tersedia, Begini Jawaban Perusahaan Pembuatnya

Rabu, 01/04/2020 15:03 WIB
ilustrasi vaksin covid-19 (tirto)

ilustrasi vaksin covid-19 (tirto)

Jakarta, law-justice.co - Berbagai upaya untuk menemukan vaksin virus corona (COVID-19) yang telah menewaskan 40 ribuan orang di dunia terus dilakukan. Saat ini setidaknya ada sekitar 35 perusahaan dan lembaga akademik yang berlomba untuk membuat vaksin corona.

"Setidaknya empat di antaranya sudah memiliki kandidat (vaksin) yang telah mereka uji pada hewan," tulis The Guardian, Rabu (1/4/2020).

Salah satunya adalah perusahaan biotek Moderna yang berbasis di Boston. Bahkan menurut media itu, vaksin buatan Moderna bakal segera diujicobakan ke manusia.

Kemudian ada Novavax, perusahaan yang berbasis di Maryland ini juga siap untuk menguji coba ke manusia vaksin buatannya pada musim semi ini.

Cepatnya proses pembuatan vaksin sendiri tidak lepas dari campur tangan China. Pemerintah negara yang menjadi pusat munculnya wabah corona itu telah berkontribusi besar pada kemajuan ini karena pada awal Januari telah membuat urutan gen virus yang dinamakan Sars-CoV-2 itu begitu menemukan wabah di Wuhan pada Desember lalu.

"[Langkah China] memungkinkan kelompok penelitian di seluruh dunia untuk menumbuhkan virus hidup dan mempelajari bagaimana virus itu menyerang sel manusia dan membuat orang sakit." tambah media tersebut.

Namun sayangnya, hingga kini belum ada yang bisa memastikan kapan vaksin akan diperoleh dan didistribusikan ke masyarakat luas.

"Pengalaman kami dengan pengembangan vaksin adalah bahwa Anda tidak dapat mengantisipasi ke mana Anda akan sampai," kata Richard Hatchett, CEO Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (Cepi). Lembaga nirlaba yang bermarkas di Oslo itu memimpin upaya untuk membiayai dan mengoordinasikan pengembangan vaksin COVID-19.

Hal serupa juga disampaikan oleh Bruce Gellin. Pria yang menjalankan program imunisasi global untuk Sabin Vaccine Institute, organisasi nirlaba yang berbasis di Washington DC, itu mengatakan bahwa tidak semua uji coba vaksin berhasil menghasilkan vaksin. Itu dikarenakan ada beberapa fase yang perlu ditempuh untuk menghasilkan suatu vaksin.

"Tidak semua kuda yang meninggalkan gerbang awal akan menyelesaikan lomba," kata Gellin.

Sementara itu menurut Annelies Wilder-Smith, profesor penyakit menular di London School of Hygiene dan Tropical Medicine, setidaknya membutuhkan 18 bulan untuk menghasilkan suatu vaksin. Kurun waktu itu sudah sangat cepat, dan diasumsikan tidak akan ada halangan, katanya.

"Seperti kebanyakan ahli vaksinologi, saya tidak berpikir vaksin ini akan siap sebelum 18 bulan," katanya.

Lebih lanjut, Wilder-Smith mengatakan bahwa ada kemungkinan vaksin baru akan ditemukan setelah pandemi mereda.

"Pandemi mungkin akan mencapai puncaknya dan menurun sebelum vaksin tersedia." katanya.

Menurut Worldometers, wabah virus corona kini semakin banyak terjadi di seluruh dunia. Di mana kasus global mencapai 859.031 kasus dengan 42.322 orang meninggal dan 178.100 sembuh. (cnbcindonesia)

(Nikolaus Tolen\Editor)
Share:



Berita Terkait

Komentar