Khabib Tegas Menolak Lawan Ferguson di Bulan Ramadan

Jum'at, 27/03/2020 10:16 WIB
Petarung gulat bebas asal Rusia Khabib Nurmagomedov (Foto:Cbssports)

Petarung gulat bebas asal Rusia Khabib Nurmagomedov (Foto:Cbssports)

Jakarta, law-justice.co - Pertarungan UFC 249 antara Khabib Nurmagomedov vs Tony Ferguson dalam ancaman lantaran belum ada kepastian tempat karena beberapa lokasi menolak terkait wabah virus corona.

Jika UFC 249 molor seperti rencana semula 18 April, maka kemungkinan pertarungan Khabib vs Tony Ferguson tak dapat berlangsung sesegera mungkin. Pasalnya, bulan Ramadan akan tiba dan Khabib menolak bertarung di bulan suci Islam tersebut.

Waktu tercepat untuk mewujudkan pertarungan akbar di kelas ringan tersebut setidaknya baru bisa terwujud pada September 2020, dengan rincian Khabib baru akan benar-benar berlatih secara normal pada 45 hari setelah Idul Fitri, yang tahun ini diperkirakan jatuh pada 23 Mei.

Sepanjang bulan puasa Khabib mengaku tetap berlatih, namun dengan intensitas yang lebih ringan.

"Saya tahu bagaimana badan saya, bagaimana rasanya. Itulah mengapa saya tidak bertarung pada saat Ramadan dan setelah Ramadan," kata Khabib.

"Kami butuh setidaknya 45 hari untuk pemulihan. Kami bertarung di level yang tinggi. Itulah mengapa kami harus memperhatikan segalanya," sambungnya dalam wawancara dengan ESPN.

Tahun lalu saja ketika Idul Fitri jatuh pada 3 Juni, Khabib melakukan tarung dengan Dustin Poirier pada September.

Jeda tercepat Khabib setelah Ramadan terjadi pada 2013. Ketika itu Idul Fitri jatuh pada 7 Agustus dan Khabib masuk octagon pada 21 September atau 45 hari tepat setelah hari kemenangan bagi umat muslim.

"Sangat sulit dan sangat berbahaya. Seharian Anda tidak minum, tidak makan. Cedera bisa datang. Itulah mengapa [Anda tidak bisa] banyak kontak. Bahkan tanpa uji tarung, itu sulit."

"Saya katakan kepada mereka, `tolong pastikan, tetapi sebelum Ramadan.` Saya sudah katakan kepada mereka. Dan sepekan sebelum Ramadan mereka membuat pertarungan ini [UFC 249]," kata Khabib. (CNN Indonesia)

(Tim Liputan News\Yudi Rachman)
Share:



Berita Terkait

Komentar