Seminar Keagamaan 3 Hari di Lembang Jadi Klaster Penyebaran Corona

Jum'at, 27/03/2020 06:24 WIB
Ilustrasi Tenggorokan dan Virus. (Tribun)

Ilustrasi Tenggorokan dan Virus. (Tribun)

Jakarta, law-justice.co - Seminar keagamaan Gereja Bethel Indonesia (GBI) di Hotel Lembang Asri, pada tanggal 3-5 Maret lalu dijadikan sebagai klaster penyebaran Corona.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyebut, peserta yang hadir dalam seminar keagamaan itu mencapai 2.000 orang yang dibagi dalam empat sesi seminar.

Saat dikonfirmasi, seorang pegawai hotel yang juga merupakan ketua RW setempat, Nono, jumlah peserta yang hadir kemungkinan tidak sebanyak seperti yang disampaikan Ridwan Kamil.

"Kalau melihat di daftar buku tamu nggak sampai 2.000 orang. Itu juga bolak-balik. Jadi datang, keluar, jadi gak permanen segitu. Tapi bisa jadi lebih banyak kalau ada yang tidak menulis buku tamu," kata Nono, security hotel saat dihubungi, Rabu (25/3/2020).

Selama tiga hari itu, para peserta hanya mengadakan pertemuan dan seminar di dalam ruangan dan tidak sampai mengadakan kegiatan di luar ruangan hotel.

"Kegiatannya hanya di dalam ruangan meeting saja. Kontak sama karyawan juga jaga jarak, mereka mengadakan kegiatan di satu ruangan yang kedap suara. Istirahat sebentar untuk makan, lalu lanjut lagi kegiatan," tuturnya.

Nono mengatakan, ruangan yang digunakan untuk kegiatan keagamaan itu kapasitas maksimalnya hanya bisa menampung 500 orang.

"Kalau dari kapasitas maksimal cukup untuk 500 orang. Saya tahu soalnya menghandle selama 3 hari hingga malam. Tapi untuk kepastian jumlah peserta yang hadir harus dicek ke panitia langsung," sebutnya.

Nono mengatakan peserta yang hadir dalam seminar tersebut berasal dari berbagai daerah di Jabar, terlihat dari plat nomor kendaraannya.

"Plat nomernya macam-macam, ada F, H, Z, dan B. Jadi kemungkinan yang dari luar daerah juga banyak," jelasnya.

Bagi peserta yang berdomisili di sekitar Bandung, dia melanjutkan, rata-rata mereka pulang ke rumahnya lalu kembali ke hotel pada keesokan harinya untuk melanjutkan acara tersebut.

"Kebanyakan peserta dari Bandung pulang, besoknya datang lagi. Tapi peserta dari luar seperti Jakarta dan Bogor ada yang nginap," jelasnya.

Sementara itu, hasil pendataan Dinas Kesehatan Bandung Barat memperkirakan, banyak peserta yang mengikuti kegiatan keagamaan ikut terpapar.

"Saat ini, petugas medis masih melakukan indentifikasi orang-orang yang hadir untuk selanjutnya akan dilakukan rapid test," ungkap Sekertaris Dinas Kesehatan Bandung Barat, Nanang Ismantoro.

Seorang peserta seminar dipastikan meninggal dengan status positif Corona yang sebelumnya berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Diketahui, pasien yang meninggal adalah seorang pendeta asal Desa Cihanjuang, Kecamatan Parongpong, KBB.

Istri dari pendeta itu juga sudah dinyatakan positif Covid-19 dan kini tengah dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Nanang menjelaskan, dari riwayat perjalananya, pasien sempat mengikuti kegiatan keagamaan yang digelar di Hotel Lembang Asri. Selain istri pendeta yang terpapar, jemaat lainnya yang mengikuti kegiatan itu juga dinyatakan positif Covid-19.

"Jemaat yang terinfeksi merupakan seorang dokter yang bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lembang. Cuma dokter itu beralamat di Kota Bandung," kata Nanang. (detik.com).

(Annisa\Editor)
Share:



Berita Terkait

Komentar