Inilah Daftar Pejabat Tinggi di Indonesia yang Positif Covid-19

Kamis, 26/03/2020 15:44 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (Breakingnews.co.id)

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (Breakingnews.co.id)

Jakarta, law-justice.co - Penyebaran virus corona yang begitu masif, kini juga tengah menimpa Indonesia. Bahkan sekarang keadaan di Indonesia sudah begitu darurat, karena korbannya sudah berjatuhan.

Bahkan korbannya pun tidak hanya masyarakat kecil, tetapi juga para pejabat tinggi di Tanah Air ini. Karena sifatnya yang tak pandang bulu itu, Presiden Joko Widodo tidak henti-hentinya meminta agar warga untuk sementara waktu berdiam diri di rumah dan menjaga jarak.

Pemerintah memang belum memberlakukan lockdown atau kuncitara secara nasional. Presiden Jokowi lebih mengandalkan physical distancing dan menerapkan tes cepat.

"Ada yang bertanya kepada saya, kenapa kebijakan lockdown tidak kita lakukan. Perlu saya sampaikan setiap negara memiliki karakter yang berbeda-beda, memiliki budaya yang berbeda-beda, memiliki kedisplinan yang berbeda-beda. Oleh itu kita tidak memilih jalan itu," tutur Jokowi ketika membuka rapat terbatas secara daring dengan 34 gubernur pada Selasa (24/3).

Sejauh ini setidaknya sudah ada lima pejabat tinggi yang dinyatakan positif terpapar virus corona. Para pejabat itu dimulai dari tingkatan Menteri hingga Wakil Wali Kota. Berikut datanya yang dirangkum oleh IDN Times:

1. 24 Maret 2020: Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana

Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana dikabarkan positif tertular virus corona atau COVID-19, usai hasil tes swabnya disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Cellica sendri memilih untuk melakukan isolasi diri selama empat hari terakhir sambil menunggu hasil tes swabnya keluar.

"Bahwa ada satu kepala daerah di Provinsi Jabar yang sudah melakukan tes dan hasilnya positif yaitu Bupati Karawang ibu Cellica," ungkap Ridwan pada (24/3) ketika berbicara kepada media di Gedung Pakuan, Kota Bandung.

Cellica memilih ikut dites COVID-19 lantaran merasakan sesak napas dan batuk-batuk ketika menyampaikan sambutan pelantikan kepala desa, di komplek Pemkab Karawang pada (20/3) lalu.

2. 24 Maret 2020: Dirjen Perkeretaapian

Tak lama usai Menhub Budi dinyatakan terpapar COVID-19, bawahannya pun ikut kena. Kementerian Perhubungan mengonfirmasi Direktur Jenderal Perkeretaapian Zulfikri dinyatakan positif virus corona (COVID-19).

"Pada hari ini, Selasa, 24 Maret 2020 atas seizin dari yang bersangkutan, kami informasikan bahwa Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Bapak Zulfikri telah dinyatakan positif COVID-19," kata Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati dalam keterangan resminya hari ini.

Meski terjangkit, Adita memastikan saat ini kondisi Zulfikri dalam kondisi baik dan sedang dikarantina.

"Sejak dilakukannya tes dan berstatus ODP, beliau melakukan isolasi diri di rumah, menggunakan masker dan mencegah kontak dengan yang lainnya," kata Adita menambahkan.

3. 23 Maret 2020: Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana juga mengaku ia tertular virus corona pada Senin kemarin. Yana mengungkap hal tersebut melalui sebuah video yang diunggah ke akun media sosialnya.

Yana yang terlihat mengenakan masker hijau, mengaku tengah berada di ruang isolasi di sebuah rumah sakit. Ia mengatakan beberapa hari lalu bahwa ia merasakan demam dan kemudian dilakukan tes COVID-19. Hasil dari pemeriksaan itu, ia dinyatakan positif.

"Saya Yana Mulyana Wali Kota Bandung, setelah alami demam dan lakukan tes corona beberapa hari lalu dan keluar dan dinyatakan positif COVID-19," ujar Yana di video itu.

Dalam video tersebut, Yana juga meminta masyarakat agar turut mendoakan kesembuhannya. Ia mengatakan sudah diisolasi di salah satu rumah sakit rujukan COVID-19.

"Saya (sudah) isolasi dan Insya Allah mohon doa dari semua terima kasih dan wasalamuaikm warahmatullahi wabaratuh," kata dia.

4. 19 Maret 2020: Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto

Wali Kota Bima Arya Sugiarto pada Kamis (19/3) dinyatakan terpapar virus corona. Kepastian itu diperoleh usai ia menjalani tes swab di RS Bogor Senior Hospital. Menurut Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor dr Sri Nowo Retno, MARS, hasil pemeriksaan COVID-19 terhadap Bima positif.

"Adapun hasil dari tes tersebut menunjukkan bahwa Wali Kota Bogor dinyatakan positif corona," kata Sri Nowo dua hari lalu.

Informasi ini mengejutkan publik dan Bima sendiri, karena ia mengaku tidak mengalami gejala apapun. Melalui rekaman video yang diunggah di akun media sosialnya, Bima mengaku hanya batuk-batuk kecil. Bima merupakan kepala daerah pertama yang secara terbuka mengungkap ke publik ia terpapar COVID-19.

"Saya dinyatakan positif (virus corona) tentu walaupun tidak ada gejala-gejala yang signifikan hanya batuk-batuk kecil," kata Bima pada (20/3) lalu.

Bila melacak dari kegiatannya selama dua pekan, Bima diketahui sempat melakukan kunjungan kerja ke luar negeri yaitu Turki dan Azerbaijan.

5. 14 Maret 2020: Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjadi menteri pertama di Kabinet Indonesia Maju yang dinyatakan terpapar COVID-19. Konfirmasi itu disampaikan oleh Wakil Direktur RSPAD Gatot Soebroto Kolonel Albertus Budi Sulistya, pada Sabtu (14/3).

"Dari hasil laboratorium confirmed COVID-19," kata Budi yang didampingi Sekretaris Negara Pratikno.

"Jadi, atas persetujuan keluarga, pasien nomor 76 adalah Pak Budi Karya Sumadi," ungkap Pratikno malam ini.

Saat ini, Budi masih dirawat di RSPAD dan mengalami kemajuan dalam situasi kesehatannya.

Sebelumnya, ia sudah santer diisukan absen dari ruang publik karena tertular COVID-19. Namun, juru bicara Menhub Budi, Adita Irawati mengatakan atasannya itu sakit tifus dan asma. (idntimes)

 

(Gisella Putri\Editor)
Share:



Berita Terkait

Komentar