Ketika China Saat Ini Tengah Mengkhawatirkan Gelombang Kedua COVID-19

Kamis, 26/03/2020 12:37 WIB
Pemerintah Cina berupaya kurangi penyebaran virus corona (foto: Aljazeera)

Pemerintah Cina berupaya kurangi penyebaran virus corona (foto: Aljazeera)

Jakarta, law-justice.co - Rupanya China Daratan belum bisa bernafas lega atas pandemi corona (COVID-19). Setelah menghentikan kegiatan 11 rumah sakit darurat menyusul jumlah kasus virus corona yang semakin menurun di Wuhan, China dihadapkan dengan kekhawatiran munculnya pandemi gelombang kedua dari virus corona.

Otoritas kesehatan China melaporkan adanya 78 kasus baru terjangkit virus corona, yang sebagian besar merupakan kasus impor atau datang dari luar negeri.

Dilansir dari AFP, untuk pertama kali dalam 6 hari terakhir, satu kasus domestik, yakni penularan lokal, kembali muncul di kota Wuhan, yang menjadi lokasi awal terdeteksinya virus Corona.

Padahal sebelumnya kota Wuhan melaporkan tidak ada kasus baru selama 5 hari berturut-turut. Tiga kasus domestik lainnya dilaporkan muncul di tiga wilayah lainnya di China Daratan. Bahkan pemerintah setempat berencana membuka akses di Wuhan pada 8 April mendatang.

Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) melaporkan 74 kasus baru lainnya merupakan kasus impor atau kasus yang muncul dari orang-orang yang tertular di luar negeri dan datang ke China.

Jumlah ini tercatat sebagai jumlah tertinggi untuk kasus impor dalam sehari di wilayah China sejak awal Maret. Hingga Senin (23/3/2020) tengah malam waktu setempat, sudah ada 427 kasus impor yang dilaporkan muncul di China.

Dalam beberapa hari terakhir, seluruh kasus baru yang muncul di China didominasi oleh kasus impor dari luar negeri. Otoritas China merasakan kekhawatiran baru soal kasus impor yang terjadi saat negeri tirai bambu tersebut nyaris berhasil menghentikan penyebaran virus Corona di wilayahnya.


Foto: Virus Corona Wuhan. (Chinatopix via AP)

Sebuah Media nasional China merilis peringatan soal potensi gelombang kedua virus Corona pada Selasa (24/3/2020) ini.

Surat kabar Global Times pada halaman utamanya menyatakan bahwa `langkah-langkah karantina yang tidak memadai, berarti gelombang kedua penularan virus Corona `sangat mungkin, bahkan tak terhindarkan`.

Berdasarkan data Worldometers, China kini memiliki 81.171 kasus terkonfirmasi, dengan 3.277 kasus kematian, dan 73.159 kasus berhasil disembuhkan.

Sedangkan secara global, hingga kini corona sudah menjangkit 196 negara dan teritorial, dengan jumlah 400.412 kasus terjangkit, dan kematian sebesar 17.451 kasus. Namun angka yang berhasil sembuh sebesar 103.748 kasus.

Sebelumya, Pada Selasa (24/3/2020) waktu setempat, pemerintahan Provinsi Hubei mengatakan bahwa pembatasan perjalanan di ibu kota Wuhan akan dihapus mulai 8 April mendatang. Wuhan sendiri sudah di-lockdown atau isolasi sejak 23 Januari lalu. (CNBCIndonesia).

(Annisa\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar