Tewas Tersambar Petir, Kondisi Ibu & Balitanya Ini Mengenaskan

Kamis, 26/03/2020 12:21 WIB
Ilustrasi Tersambar petir. (Radar Surabaya)

Ilustrasi Tersambar petir. (Radar Surabaya)

Jakarta, law-justice.co - Pianah Nurul (22) dan seorang bayi bernama Defiansyah (3) warga Kampung Cikaso, RT 11/3, Desa Tegallega, Kecamatan Lengkong, Sukabumi, ditemukan tewas setelah tersambar petir, Selasa (24/3).

Berdasarkan informasi yang diperoleh, peristiwa nahas yang terjadi sekira pukul 12.15 WIB ini, bermula saat Nurul bersama bayi dan suaminya yang bernama Ade melakukan perjalanan pulang dari kebun.

Ketika dalam perjalanan, tiba-tiba turun hujan deras. Sehingga Ade dan kedua korban memutuskan untuk berteduh di bawah pohon di wilayah Kehutanan Cijempol.

“Saat hujan deras, kedua korban menunggu hujan reda di bawah pohon puspa. Sementara, suaminya lanjut mengambil rumput. Namun, sekira pukul 13.30 WIB, tiba-tiba datang petir dan langsung menyambar pohon puspa yang dijadikan sebagai tempat berteduh oleh Pianah dan bayinya itu,” kata Anggota Tagana Kabupaten Sukabumi M Abdul Awat melalui anggota Tagana Kecamatan Lengkong kepada Radar Sukabumi, Selasa (24/3).

Saat tersambar petir, kedua korban yang merupakan ibu dan anak kandungnya ini, seketika meninggal dunia di lokasi kejadian.

“Korban ini tewas lantaran terdapat luka bakar hampir di sekujur tubuhnya,” ujarnya.

Korban ditemukan tewas pertama ditemukan oleh Bah Tutin asal Kampung Cikaso, RT 11/3, Desa Tegallega, Kecamatan Lengkong.

“Setelah itu, kedua korban itu langsung dievakuasi oleh warga setempat ke rumah duka menggunakan bambu dan sarung. Jarak dari lokasi kejadian ke rumahnya di Kampung Cikaso ada sekitar dua kilometer,” katanya. (pojoksatu.id).

(Annisa\Editor)
Share:



Berita Terkait

Komentar