ProDEM: Rawat Intensif Di RS Saja Meninggal, Apalagi Isolasi Mandiri?

Kamis, 19/03/2020 05:53 WIB
Simulasi penanganan pasien yang terdeteksi Virus Corona di RS Margono Soekarjo Purwokerto. [Suara.com/Anang Firmansyah]

Simulasi penanganan pasien yang terdeteksi Virus Corona di RS Margono Soekarjo Purwokerto. [Suara.com/Anang Firmansyah]

Jakarta, law-justice.co - Kebijakan pemerintah mengenai penanganan virus corona baru atau Covid-19 kembali menuai kritik dari publik. Kebijakan tersebut adalah mengenai warga positif corona yang tidak harus menjalani isolasi di rumah sakit.

Jurubicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan bahwa apabila pasien positif corona tanpa gejala, akan diisolasi di rumah secara mandiri.

Bagi Ketua Majelis Pro Demokrasi, Iwan Sumule, pernyataan itu cukup menggelitik. Pasalnya, di Malaysia ada 398 kasus corona, di mana dua orang meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

“Lucunya, Kemenkes akan izinkan yang positif corona untuk diisolasi mandiri di rumah,” sindirnya kepada redaksi, Rabu (18/3).

Menurutnya, bukan tidak mungkin mereka yang mengisolasi diri sendiri akan berpotensi meninggal dunia. Ini lantaran mereka tidak mendapat perawatan yang intensif.

“Yang dirawat intensif di rumah sakit dengan alat dan tim medis lengkap saja meninggal kan,” tutupnya. (rmol.id).

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar