Daftar Presiden yang Dikabarkan Kena Virus Corona

Sabtu, 14/03/2020 10:44 WIB
Donald Trump dan Rodrigo Duterte (Foxnews)

Donald Trump dan Rodrigo Duterte (Foxnews)

Jakarta, law-justice.co - Wabah virus corona tak pernah memandang bulu siapa yang akan menjadi korbannya, baik dari sisi ekonomi maupun dari jabatan seseorang. Tak hanya orang miskin yang diancam oleh virus asal kota Wuhan, China ini, orang kaya bahkan presiden sekalipun siap jadi korbannya.

Hal itu diperkuat oleh kabar bahwa ada beberapa presiden yang sudah dinyatakan positif corona. Namun, hal itu hanya sekadar kabar, karena belum ada pernyataan resmi tentang jatuhnya kepala negara tesebut jadi korban corona.

Setidaknya ada 3 Presiden di dunia yang dikabarkan jadi korban corona. Tak tanggung-tanggung, nama Donald Trump, presiden negara kuat seperti Amerika termasuk di dalamnya.

Berikut adalah 3 presiden yang dikabarakan positif corona:

1. Presiden Brazil, Jail Bolsonaro

Pimpinan negara yang saat ini harap-harap cemas adalah Jail Bolsonaro. Sebab, sebagai Presiden Brazil dia memiliki aktivitas yang padat dan pastinya selalu ditemani oleh beberapa staf yang melekat dengan tugasnya.

Nah, salah satu staf Bolsonaro ini ada yang dinyatakan positif corona Covid-19. Dia adalah Fabio Wajngarten yang merupakan Sekretaris Pers untuk Presiden Brasil, Jair Bolsonaro.

Fabio baru dinyatakan positif corona pada Kamis (12/3) waktu setempat. Karena inilah Bolsonaro kini termasuk ke orang dalam pemantauan.

Ternyata, sebelum Fabio dinyatakan positif corona, Fabio sempat mendampingi Bolsonaro bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Bahkan Fabio juga sempat swafoto bersama dengan jarak yang cukup dekat. Mereka foto dengan Trump dan Wapres AS Mike Pence, namun dalam foto itu terlihat yang paling dekat dengan Fabio adalah Trump.

Foto itu juga diposting di akun media sosial Fabio. Pertemuan mereka diketahui di Mar-a-Lago pada akhir pekan lalu

2. Presiden AS, Donald Trump

Menyambung dengan peristiwa pertemuan Trump dengan Fabio, Trump mengaku sedikit khawatir karena sempat berdekatan dengan Fabio.

Dalam pernyataan yang dirilis Kamis (12/3) waktu setempat, Sekretaris Pers Gedung Putih Stephanie Grisham menegaskan Trump dan Pence tidak perlu diperiksa karena tidak melakukan kontak langsung dengan seseorang yang positif virus Corona.

"Baik Presiden dan Wakil Presiden hampir tidak memiliki interaksi dengan individu yang dinyatakan positif (virus Corona) dan tidak memeriksa pemeriksaan untuk saat ini," tegas Grisham.

"Unit Medis Gedung Putih dan Secret Service Amerika Serikat tengah bekerja secara saksama dengan berbagai lembaga untuk memastikan setiap langkah pencegahan diambil demi menjaga Keluarga Pertama dan Kedua, dan seluruh staf Gedung Putih tetap sehat," imbuhnya.

Trump juga mengaku telah mengetahui diagnosis ajudan Bolsonaro saat dia menyampaikan pernyataan terbaru di Ruang Oval Gedung Putih pada Kamis (12/3) waktu setempat. Trump menyebut saat pertemuan mereka tidak terlalu dekat.

"Kami tidak melakukan sesuatu yang tidak biasa, kami duduk bersebelahan untuk jangka waktu tertentu," ucapnya, merujuk pada Bolsonaro.

3. Presiden Filipina, Rodrigo Duterte

Hal serupa juga dialami oleh Duterte, dua menteri kabinet Duterte dinyatakan positif corona. Duterte juga sempat berkontak lansgung dengan dua menterinya saat rapat.

Dua menteri itu adalah Menteri Keuangan, Carlos `Sonny` Dominguez dan Menteri Transportasi, Arthur Tugade. Kini, Duterte akan menjalani pemeriksaan virus Corona atau Covid-19.

Seperti dilansir Associated Press dan media lokal Filipina, Inquirer.net, Kamis (12/3/2020), Istana Kepresidenan Filipina menyatakan Duterte tidak mengalami gejala-gejala apapun namun tetap akan menjalani pemeriksaan virus Corona. Senator Christopher Lawrence `Bong` Go, yang mantan ajudan Duterte, juga akan diperiksa karena dia mengikuti rapat yang sama.

"Sementara PRRD (Duterte-red) dan Senator Go tidak mengalami gejala-gejala virus itu, mereka memilih untuk menjalani tes untuk memastikan bahwa mereka bugar dan sehat untuk menjalankan tugas-tugas mereka sebagai pegawai pemerintahan," sebut juru bicara kepresidenan Filipina, Salvador Panelo.

"Mereka menjalani langkah pencegahan ini sesuai saran dari para pejabat kesehatan bahwa mereka secara rutin bersinggungan dengan para pejabat Kabinet, yang beberapa orang di antaranya telah memutuskan untuk menjalani self-quarantine karena mereka terpapar pada orang-orang yang terinfeksi Covid-19," imbuhnya.

Sejauh ini, otoritas Filipina telah mengonfirmasi 49 kasus virus Corona di wilayahnya, dengan dua orang meninggal dunia. Dua korban meninggal di Filipina terdiri atas satu warga Filipina dan satu warga China. (detikcom)

(Nikolaus Tolen\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar